Penduli Anak, Diskes Parepare Akan Luncurkan Program SB3

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Lingkungan, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Parepare, Kasmawati Mahmuddin.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Dalam rangka mendukung identitas Parepare sebagai Kota Santri, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Parepare melakukan inovasi, melalui gerakan peduli generasi Sehat, Beriman, Berilmu, Berprestasi (SB3). Hal tersebut bertujuan untuk menjadikan anak-anak khususnya di Kota kelahiran BJ Habibie tersebut, supaya lebih sehat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Lingkungan, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Parepare, Kasmawati Mahmuddin, menjelaskan, dengan kondisi yang sehat, maka anak bisa cerdas, dan dengan cerdas, akan akan menuju masa depan yang lebih cerah.

“Berbicara masa depan, anak merupakan aset daerah dalam menghadapi era globalisasi, dan harus memiliki daya saing. Maka, anak dibekali sedini mungkin, agar mampu menjawab tantangan pada masa yang akan datang,” katanya, Senin (20/03/2017).

Dia memaparkan, dalam penerapan program SB3 tersebut, anak terlebih dahulu harus memiliki sanitasi dalam bentuk individu. Seperti, kata dia, diperkenalkan dengan lingkungan, memelihara lingkungan, menggunakan air bersih, dan memelihara sumber-sumber air bersih, serta anak diperkenalkan untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Dengan lingkungan yang sehat, anak bisa tercegah dari penyakit. Selain itu, air-air buangan juga dibuang disaluran dipembuangan, dan tidak dibuang begitu saja karena dapat berbau busuk. Sehingga, dapat menimbulkan serangga yang dapat menyebabkan penyakit. Paling penting juga, anak diajarkan buang air di toilet atau pada tempatnya. Itu diterapkan di rumah maupun di sekolah,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Diskes Parepare, Muh. Yamin, mengungkapkan, program tersebut akan dikolerasikan dengan Dinas Pendidikan (Diknas) Parepare, dan Kementerian Agama Parepare. Diknas, kata dia, akan memilah anak yang memiliki nilai akademik yang di bawah standar. Sehingga, lanjutnya, akan diberi bimbingan khusus, untuk mengetahui penyebabnya.

“Untuk dicarikan solusinya, karena mungkin saja karena sakit akibat kurang gizi dan faktor lingkungan, atau ada penyakit bawaan dan malas. Hal itu bertujuan, supaya anak bisa seperti temannya yang lain yang berprestasi,” ujarnya.

Yamin menambahkan, untuk Kementerian Agama, lebih fokus kepada pendidikan agama dan akhlak untuk anak, dengan tujuan supaya anak selain sehat, cerdas, juga memiliki budi pekerti yang baik. “Kami berharap, generasi-generasi penerus bangsa khususnya di Parepare, lebih memiliki daya saing, mandiri dan memiliki sumber daya yang mumpuni. (Luki)