JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Penentuan Koperasi Tidak Aktif Masih Belum Jelas

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 05 April 2016 17:25

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Sulawesi Selatan (Sulsel), telah melaksanakan rapat koordinasi pada 28-30 Maret lalu terkait koperasi yang tidak aktif. Hasilnya, belum ada jumlah pasti koperasi yang dinonaktifkan, melainkan koperasi tersebut masih akan digolongkan ke dalam tiga kategori, yakni koperasi dinonaktifkan, koperasi yang dibekukan sementara, dan koperasi yang diaktifkan kembali.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel menyebutkan, jumlah koperasi yang akan dikelompokkan dalam tiga ketegori tersebut sekitar 2.500 koperasi. “Dalam waktu satu dua bulan ke depan sudah ada hasilnya berdasarkan laporan semua kebupaten,” ungkapnya, Selasa (5/4).

Ia menyebutkan persyaratan koperasi yang bisa dibubarkan, diantaranya tidak pernah melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) selama dua hingga tiga tahun. “Sudah tidak ada kantor, tidak ada pengurus, dan sudah tidak ada lagi usahanya. Untuk apa lagi dianggap koperasi kalau sudah begitu,” sebutnya.

Untuk penonaktifan koperasi, kata dia, tetap menjadi kewenangan kabupaten/kota.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, berharap pihaknya dapat mendorong lembali koperasi di Sulsel. Kata dia, koperasi yang tidak sehat atau tidak aktif segera didata

“Jadi, koperasi yang betul-betul sudah mati dan tidak memiliki pengurus, dihilangkan saja dari data base koperasi. Makanya, dievaluasi,” imbaunya.


div>