SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Penerapan Parkir Online Belum Maksimal

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 15 Desember 2017 12:30
Penerapan Parkir Online Belum Maksimal

Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Muh Irianto Ahmad

* PD Parkir: Wajar, Baru Jalan Dua Bulan

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penerapan sistem parkir daring (online) yang diterapkan Perusahaan Daerah (Perusda) Parkir Makassar Raya dinilai tidak maksimal. Ini disebabkan banyaknya juru parkir yang belum paham penggunaan sistem online tersebut.

Menanggapi itu, Direktur Utama (Dirut) PD Parkir Makassar Raya, Irianto Ahmad tidak menampik. “Dikatakan maksimal atau tidak bergantung dari sisi mana kita melihat, kalau kita melihat dari realisasi lapangan itu boleh saja (tidak maksimal). Tapi melihat rencana ataupun progres mencapai kesitu itu tidak benar. Karena sekarang dilakukan survei diseluruh kecamatan,” ujar Irianto, Kamis (14/12) kemarin.

Menurutnya, program yang baru berjalan dua bulan ini, wajar jika belum optimal. Apalagi, pihaknya masih dalam tahap uji coba.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan survei untuk menentukan lokasi wilayah yang tidak potensi, kurang potensi dan wilayah yang berpotensi. Saat ini, pihaknya fokus pada wilayah yang potensi sehingga pendapatan dari parkir bisa meningkat.

“Yang kita lakukan lebih awal adalah daerah potensi karena disitu tentu kita berikan hak kepada pengguna lalu lintas. Jangan pengguna lalu lintas kita abaikan tapi bagaimana pengguna jasa parkir dan lalu lintas sama-sama terlayani,” kata Irianto.

Meski tidak maksimal, Irianto Ahmad mengatakan tahun depan bakal menambah sedikitnya 500 alat parkir online dan lebih mensosialisasikan secara massif kepada jukir dan pengguna jalan.

Saat ini, 100 unit sistem daring digunakan dalam rangka uji coba, pada tiga kecamatan, diantaranya Kecamatan Ujung Pandang, Kecamatan Wajo, dan Pannakukang.

“Tahun 2018 akan menjadi kerja rill kami. Semua titik-titik parkir kita usahakan menggunakan sistem online. Kita berharap 1.076 titik parkir itu sudah menerapkan sistem online,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menegaskan pengelolaan parkir sistem daring betul-betul dilakukan dengan pengawasan maksimal. Katanya, sistem ini merupakan pola transparansi yang harus dilakukan dalam meningkatkan kenyamanan.

“Jadi seluruh titik harus dikontrol, tidak membiarkan jukir seenaknya menaikkan tarif parkir,” ungkap Danny. (*)


div>