SELASA , 23 OKTOBER 2018

Penertiban Pak Ogah Terkendala Regulasi

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Selasa , 09 Oktober 2018 09:20
Penertiban Pak Ogah Terkendala Regulasi

Seorang 'Pak Ogah' membantu pembelokan sebuah mobil di Jl Hertasning Raya, berapa waktu lalu. Polrestabes Makassar berjanji akan menertibkan warga sipil pengatur lalu lintas yang dikenal dengan sebutan Pak Ogah di Makassar. foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Salah satu persoalan sosial di Kota Makassar yakni keberadaan pak ogah di jalan raya belum teratasi hingga saat ini. Bahkan, keberadaan pak ogah ini seringkali dikeluhkan para pengguna jalan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengatakan, hingga saat ini belum ada regulasi yang mengatur perihal instansi yang bertanggung jawab soal keberadaan pak ogah.

“Regulasinya itu belum ada, sehingga ini yang dipertanyakan semua orang siapa yang bertanggung jawab (Dishub atau Dinsos). Jadi, itu memang yang menjadi kendala kita sekarang ini soal pak ogah ” kata Mukhtar, Senin (8/10).

Meski belum memikili regulasi tarkait pak ogah, Kata Utta sapaan akrabnya mengaku bakal melakukan koordinasi dengan instansi terkait perihal tugas dan tanggung jawab pak ogah.

Pihaknya bahkan berencana akan mengambil alih tanggung jawab tersebut, meski dalam nomenklatur Dinas Sosial tidak disebutkan bahwa pak ogah merupakan tanggung jawabnya.

“Inilah kita mau koordinasi untuk mengambil tugas dan beban itu, karena kalau di nomenklatur kita tidak ada pak ogah, sementara kalau dilihat pekerjaannya itu melakukan aktivitas lalu lintas,” ucapnya.

Meski begitu, dalam waktu dekat pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk menjangkau pak ogah disejumlah titik di Makassar.

Sementara, Sekertaris Dinas Perhubungan Kota Makassar, Thaufik Palaguna mengatakan, pihaknya selalu berupaya mengurangi keberadaan pak ogah di jalanan dengan menurunkan personel disetiap titik pembelokan (utern) sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Dinas Perhubungan Kota Makassar.

“Asumsinya kita kalau kita tempatkan personel disitu, mereka (pak ogah) tidak ada disitu. Untuk itu kita akan menambahkan petugas kita,” ujarnya.

Thaufik menjelaskan, keberadaan pak ogah ini menjadi ancaman bagi pengguna jalan dan pemilik kendaraan ketika berbelok arah. Sepanjang jalan AP Pettarani ada sekira 19 belokan (utern) di sepanjang itu pula pak ogah kerap beroperasi sehingga dengan penempatan personel bisa mengurangi maraknya pak ogah di titik Makassar.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan persoalan penanganan pak ogah sudah ada. Meski begitu, dirinya menyerahkan urusan tersebut ke Dinas Sosial.
“Adami itu regulasinya, coba tanya ke Dinsos,” singkatnya. (*)


div>