SENIN , 19 FEBRUARI 2018

Penetapan Tersangka Markus Nari Pengaruhi Elektabilitas Golkar

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Jumat , 02 Juni 2017 21:24
Penetapan Tersangka Markus Nari Pengaruhi Elektabilitas Golkar

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM — Anggota DPR RI asal Sulsel, Markus Nari, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga telah merintangi penyidikan dugaan korupsi e-KTP. Elektabilitas Partai Golkar sangat rawan tergerus karena kasus tersebut.

Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar, Yorrys Raweyai, mengatakan partainya tentu sedih dengan kabar penetapan tersangka ini. Namun, Golkar menegaskan tetap berkomitmen pada upaya pemberantasan korupsi.

“Tentunya kita pasti sedih, apalagi sebelumnya ada Fahd juga jadi tersangka. Tapi, sesuai hasil Munaslub dan rakernas Partai Golkar, kami terus berkomitmen memberantas korupsi. Jadi kita serahkan kepada aparat penegak hukum untuk semua prosesnya,” ujar Yorrys kepada wartawan seperi dilangsir kumparan.com, Jumat (2/6).

Yorrys menyebut partai belum bisa memastikan apakah akan memberikan bantuan hukum kepada Marcus. Pemberian bantuan hukum akan tergantung perkembangan kasus tersebut.

“Itu relatif, nanti kita lihat saja. Hingga saat ini belum ada permintaan juga,” tuturnya.

Diakui Yorrys penetapan tersangka ini akan membuat elektabilitas partai berlambang beringin itu turun. Apalagi sebelumnya, sudah ada penetapan tersangka kader Golkar lain, Fahd El Fouz. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto juga terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi e-KTP.

“Pastinya ini membuat elektabilitas kita turun lagi. Kasus-kasus selama ini kan selalu berkaitan dengan korupsi, berkaitan dengan moral,” ujarnya.

“Tapi, mau bagaimana. Sekarang kita ikuti saja proses hukumnya,” lanjut Yorrys.

Sekadar diketahui, kasus Markus berkaitan erat dengan Miryam S. Haryani, eks Anggota Komisi II DPR yang kini berstatus tersangka karena dia diduga berbohong di persidangan kasus e-KTP. Markus diduga mengetahui pihak yang mengintimidasi Miryam. (kump)


Tag
div>