SENIN , 22 OKTOBER 2018

Pengadaan Pete-pete Smart Ditolak

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 08 April 2016 12:23
Pengadaan Pete-pete Smart Ditolak

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah Supir angkutan Pete-pete yang tergabung dalam Asosiasi Pemilik Sopir Angkutan (Apsag) Kota Makassar, mendatangi Gedung Balai Kota Makassar, Kamis (7/6). Mereka menolak pete-pete smart yang akan diadakan Pemkot Makassar.

Koordinator Aksi, Tenri Wara mengatakan kedatangannya di kantor Balaikota Makassar atas kekecewaannya dengan pemerintah kota yang mengadakan program yang tak berpihak kepada sopir angkutan kota pete-pete di Makassar.

Pihaknya memprotes pengadaan pete-pete smart karena menilai akan mematikan penghasilan sopir pete-pete yang saat ini beroperasi.

“Kita sama sekali tidak dilibatkan dalam perencanaan program Pete-pete Smart, bagaimana regulasinya itu program, apakah menguntungkan Pete-pete atau merugikan,” terang Tenri kepada wartawan.

Menurutnya, program baru pemkot Makassar berupa pengadaan pete-pete smart harus dilakukan transfaran dengan melibatkan organisasi transportasi atau organda.

“Olehnya itu kami datang mempertanyakan ke Wali Kota Makassar atas program Pete-pete Smart yang akan diadakan nanti,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Selain itu pihaknya menilai pengaadaan pete-pete smart akan mengurangi pendapatan atau penghasilan supir pete-pete saat ini. Olehnya itu, pihaknya menuntut agar Pemkot Makassar membatalkan program Pete-pete Smart. “Kita tolak pengadaan pete-pete smart, karena akan merugikan penghasilan supir pete-pete yang duluan ada,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia meminta khusus kepada Dishub Makassar untuk menertibkan becak motor (Bentor) yang beroperasi di jalur protokol dimana jalur itu peruntukan jalur angkot, BRT Mamminasata yang tidak mengambil penumpang di Halte, tertibkan Perusahaan Otobus mengambil penumpang diluar jalur trayek, mobil plat hitam mengangkut penumpang, dan Taxi liar tidak memiliki izin trayek.

“Kami organda menolak rencana Pemkot mengadakan petepete Smart, karena kami tak pernah dilibatkan,” tambahnya.

Meski tak menemui Wali kota Makassar Danny Pomanto, para demonstran tetap solid dan tertib dalam aksi di kantor Balaikota Makassar. Para demonstran diterima oleh Asisten II Makassar Irwan Adnan, Kasat Pol PP Makassar Iman Hud, Sekretaris Dinas Perhubungan Makassar Muchsin, dan beberapa pejabat lainnya.

Di waktu yang bersamaan, supir pete-pete juga melakukan aksi mogok dibeberapa titik di ruas jalan protokol Kota Makassar. Diantaranya di ruas Pertigaan Jalan Pettarani, Alaudin, Andi Tonro, dimana sebagian supir angkutan umum ini, menurunkan penumpang angkutan umum lain yang sedang melalui jalan ini.

Diketahui sebelumnya, pemerintah Kota Makassar merampungkan pembangunan dua halte yang rencananya untuk pete-pete smart. Sayangnya, pembangunan halte ini belum diikuti dengan pengadaan pete-pete smart, lantaran anggaran belum dikucurkan.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Dishub Kota Makassar, Muhlis Masud mengatakan persoalan lanjut atau tidaknya pengadaan Pete-pete Smart semua keputusannya ada di tangan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

“Untuk saat ini, kami upayakan proses tender, tahap awal pengadaan lima unit proyek percontohan pete-pete smart, namun hingga saat ini belum dikerja karena tahap koordinasi di Dirjen Perhubungan Darat di Jakarta,” katanya.

Halte itu memiliki ruang tunggu yang berkapasitas hingga 40 orang. Anggaran pembangunan halte mencapai Rp250 juta per unit yang bersumber dari APBD 2015 Kota Makassar.

Dia menambahkan, pete-pete smart percontohan belum memiliki jalur khusus. Pete-pete ini tetap akan mengikuti jalur pete-pete pada umumnya.

“Kalau ada pemilik pete-pete umum yang mau ikuti, sisa peremajaan saja dengan mengubah bentuknya. Olehnya, kita tidak mengurangi ataupun menambah jumlah angkutan umum di Makassar,” tuturnya.

Dia menambahkan, Dishub Makassar membangun kedua halte pada akhir 2015. Kedua halte berada di dua titik di kota ini. Titik pertama berada di Jl Hertasning. Lokasi kedua di Jl Cendrawasih. Konsep halte Pete-pete Smart diadopsi dari Kota Curitiba, Brazil. Halte ini berbentuk silinder. Dishub pun melengkapi halte dengan fasilitas pendingin ruangan. Dalam halte terdapat tempat duduk dari semen. “Sedangkan pete-pete berkapasitas 12 orang, dilengkapi WFI, AC,” sebutnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara saat dikonfirmasi, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menyebutkan Pete-pete Smart merupakan sarana transportasi yang berbasis IT dan nyaman bagi penumpang.

“Pete-pete Smart ini memiliki fasilitas AC, Wifi, dan atapnya lebih tinggi sehingga penumpang tidak kepanasan jika naik pete-pete Smart ini,” katanya.

Danny mengatakan, realisasi Pete-pete Smart tetap melibatkan organisasi angkutan daerah (Organda) dan juga pengusaha pete-pete agar bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Pengadaan pete-pete smart melibatkan semua orang, utamanya sopir dan pengusaha pete-pete yang tergabung dalam organda, dan mereka menyambut baik hal ini,” ujar Danny.

Meski demikian, Danny mendesak Dishub agar secepatnya mengupayakan pengadaan pete-pete smart. “Untuk waktu kapan ada pete-pete smart, tanyaki sama pihak dishub,” demikian Danny. (yad-mg01/uki/D)


div>