JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Pengadilan Tinggi Hukum Mamat Sanrego

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 09 Agustus 2018 13:55
Pengadilan Tinggi Hukum Mamat Sanrego

Mamat Sanrego

Mengosongkan dan Menyerahkan Kembali Rumah kepada Pemiliknya

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keputusan Pengadilan Tinggi (PT) Makassar menghukum Mamat Sanrego untuk segera mengosongkan dan menyerahkan kembali unit rumah tempat tinggalnya yang berlokasi di Green Villa Garden Jl Toddopuli X Blok A1 Nomor 07, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar kepada pemilknya dalam hal ini PT Bakti Persada Perkasa.

Selain itu, Mamat yang merupakan pendiri sekaligus Pembina Harian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Investigasi dan Monitoring (Limit), juga dihukum untuk membayar ganti kerugian Rp152.500.000.

Hal ini berdasarkan hasil putusan banding yang dilayangkan Mamat ditolak Pengadilan Tinggi Makassar pada 23 Mei 2018 lalu.

Dalam perkara di tingkat banding Nomor 88/PDT/2018/PT.MKS
Putusan Pengadilan Tinggi Makassar ini, menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Makassar Nomor 50/PDT.G/2017/PN.MKS tanggal 14 November 2017.

Salinan putusan banding Mamat ini, sudah diterima Kuasa Hukum Penggungat, Direktur Utama PT Bakti Persada Perkasa Dra Nurmiaty, Nico Simen SH.

“Alhamdulillah, banding yang dilakukan Mamat (Sanrego) sudah putus dan hasilnya menguatkan klien kami. Karena bandingnya Mamat ditolak Pengadilan Tinggi Makassar,” terangnya.

“Putusan banding ini putus pada
23 Mei 2018 lalu, namun salinannya baru saja kami terima,” tambah Nico, Rabu (8/8).

Nico mengatakan, lega setelah adanya putusan ini. Apalagi, proses perkara ini memakan waktu yang tidak sedikit.

“Perkara ini sudah bergulir lama, mulai dari Pengadilan Negeri Makassar hingga saat ini Pengadilan Tinggi Makassar,” ujarnya.

Nico mengatakan, pihaknya berharap Mamat secara sukarela dan kooperatif melaksanakan apa yang telah menjadi putusan ini, khususnya segera mengosongkan objek perkara dan menyerahkan kepada penggugat. Namun, jika hal itu tidak dilakukan, maka terpaksa akan dilakukan eksekusi paksa melalui Pengadilan Negeri Makassar.

“Kami mengimbau agar Mamat (Sanrego) segera mematuhi Putusan Pengadilan Tinggi ini, tanpa harus dilakukan eksekusi paksa,” terangnya.

Nico mengatakan, dengan adanya putusan ini, maka makin menguatkan jika memang Mamat telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu masuk, tinggal, menguasai, dan menikmati rumah objek perkara, namun kewajiban-kewajibannya sebagai pembeli tidak diselesaikan dan tidak dilakukan. Termasuk tanpa hak telah menjual rumah objek perkara.

“Fakta yang telah terbukti tersebut membuktikan dengan sempurna bahwa Mamat (Sanrego) telah melakukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan ketika membeli tanah dan bangunan objek perkara. Sehingga sangat berdasar jika majelis hakim yang mulia menyatakan batal jual beli antara penggugat dengan tergugat,” terangnya. (****)


div>