RABU , 19 DESEMBER 2018

Pengadilan Tunda Vonis Widya

Reporter:

Ridwan Lallo

Editor:

Selasa , 26 Juni 2018 22:24
Pengadilan Tunda Vonis Widya

Terdakwa kasus dugaan penipuan, Widyastuti Alamsyah Mile saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengadilan Negeri Makassar menunda sidang vonis terdakwa kasus dugaan penipuan, Widyastuti Alamsyah Mile.

Widya–sapaan akrab Widyastuti Alamsyah Mile seharusnya menjalani sidang vonis, Selasa (26/6/2018).

Kepastian penundaan sidang vonis itu diungkapkan kuasa hukum Dameria,Robert Lengkong. Dameria sendiri merupakan korban dalam kasus penipuan ini.

“Ia sidang vonis ditunda. Rencananya sidang vonis itu akan digelar 4 Juli mendatang,” ujar Robert Lengkong.

Lawyer asal Manado itu berharap agar sidang putusan ini tidak lagi mengalami penundaan. “Semoga tidak lagi ditunda,” pinta Robert Lengkong.

Sekadar diketahui, dalam kasus ini, Dameria sebagai korban didampingi dua pengacara. Masing-masing Muh Idham dari Makassar dan Robert Lengkong dari Manado.

Sebelumnya, Widyastuti Alamsyah Mile, dituntut dua tahun enam bulan penjara di Pengadilan Negeri Makassar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Patriani dalam tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Sekadar diketahui Widyastuti Alamsyah Mile, adalah terdakwa kasus penipuan uang proyek senilai Rp1,2 miliar.

Widya sebelumnya dilaporkan oleh Dameria ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel. Dameria sendiri adalah seorang komisaris sebuah Persereon Terbatas (PT) yang pernah menjalin hubungan bisnis dengan Widya.

Kasus dugaan penipuan ini bermula saat Dameria dan Widya menjalin hubungan bisnis setelah diperkenalkan oleh seseorang pada tahun 2014 silam. Keduanya kemudian terlibat dalam pengurusan sebuah proyek APBN untuk pembangunan dermaga di Makassar.

Pada proses pengurusan, Widya kemudian menjalin komunikasi dengan Maulana, pria yang dinilai bisa memuluskan proyek di salah satu kementerian. Korban yang merasa telah ditipu akhirnya melapor ke Mapolda Sulsel. Laporan korban tertuang dalam BP/89B/VII/2017.

Polda Sulsel pada tanggal 07 September 2017 mengeluarkan surat dan menyatakan kalau penyelidikan kasus ini dinyatakan lengkap. Oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel, berkas perkara kemudian dilimpahkan ke PN Makassar. (*)


div>