SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Pengakuan Pembantu yang Selamat dari Pembantaian Keluarga Dodi, Pelakunya…

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 28 Desember 2016 10:38
Pengakuan Pembantu yang Selamat dari Pembantaian Keluarga Dodi, Pelakunya…

Sejumlah kerabat korban pembunuhan berada di lokasi rumah korban Pulomas Utara, Jakarta, Selasa (27/12/2016). foto: jawapos

JAKARTA – Pembunuhan sadis dengan korban satu keluarga menggemparkan publik kemarin (27/12). Tragedi itu terjadi di rumah seorang arsitek yang bernama Dodi Triono, 59, di Pulomas, Jakarta Timur. Enam di antara sebelas penghuni rumah tewas setelah disekap di kamar mandi pembantu berukuran 1×2 meter selama 18 jam. Seorang pembantu yang berhasil diselamatkan menceritakan, pelaku berjumlah tiga orang.

“Keterangan pembantu, ada dua yang menodong korban pakai pistol dan satu lagi bawa golok,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F. Kurniawan di lokasi kejadian kemarin.

Hendy menyampaikan, pelaku mendatangi rumah Dodi Triono pada Senin sore (26/12). Korban pertama adalah Yanto, sopir Dodi. Dia ditodong pistol di depan pagar. “Saat itu Yanto baru mau mengeluarkan mobil. Ketika buka pagar, datang para pelaku,” ucapnya.

Namun, Hendy belum dapat memastikan hal tersebut. Sebab, polisi masih mendalami kasus itu dan meminta keterangan dari para saksi lain. Di rumah korban, kemarin polisi menghentikan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 16.00, berbarengan dengan dibawanya lima jenazah korban ke RS Polri.

Sementara itu, satu jenazah atas nama Tasrok sudah dibawa ke RS Kartika siangnya. Saat itu nadi Tasrok memang masih berdenyut. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit, dia meninggal dunia.

Kapolda Metro Jaya Irjenpol M. Iriawan mengatakan, pihaknya belum mengetahui motif pembunuhan. “Apakah ini perampokan, pembunuhan berencana, atau keduanya, masih kami dalami. Soalnya, nggak ada barang yang hilang,” kata jenderal bintang dua itu di lokasi kejadian. (jpg)


div>