SELASA , 11 DESEMBER 2018

Pengaruh Kolom Kosong di Makassar

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 03 Juli 2018 13:45
Pengaruh Kolom Kosong di Makassar

Dok. RakyatSulsel

* Partisipasi Pemilih di Pilgub Tak Capai Target

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel tahun 2018 khususnya di Kota Makassar tidak mencapai target yang ditetapkan.

Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir mengatakan, jika partisipasi pemilih menurun di daerah yang pemilihannya tinggi seperti Makassar. “Saya melihat angka partisipasi rendah di Makassar, ini juga sangat berpengaruh untuk Pilgub Sulsel,” katanya.

Amir menjelaskan, turunya partisipasi pemilih karena adanya kolom kosong yang membuat minat masyarakat datang ke TPS berkurang. “Ini pengaruhnya karena kolom kosong,” terangnya.

“Pada hal harapan kami partisipasi pemilih di Makassar bisa yang tertinggi. Kalau Makassar tinggi, tentu berpengaruh pada yang lain. Namun di Makassar hanya 60 persen. Angka itu tidak meningkat,” tambahnya.

Mantan Ketua KPU Takalar ini menyebutkan, jika minat pemilih pada pilpres, pilgub, pilbup dan pileg berbeda. “Kalau ada daerah dimana partisipasi pemilih naik dari pemilihan bupati ke pemilihan gubernur itu luar biasa,” jelasnya.

Ia pun menegaskan jika partisipasi pemilih di Pilgub Sulsel hanya mencapai 71 persen, sementara target 75 persen. “Yang jelas ada kenaikan dari Pilgub sebelumnya,” ungkpaknya.

Komisioner KPU Sulsel lainnya, Asram jaya menyebutkan jika ada beberapa daerah partisipasi pemilih meningkat dan ada yang menurun. Seperti Kabupaten Bone 72,40 persen. “Bone menurun dari pilkada 2013 yang mencapai 74 persen,” katanya.

Begitupula dengan Toraja Utara. Dimana pada Pilgub 2013 lalu, partisipasi pemilih mencapai 74,85 persen, namun untuk Pilgub 2018 ini sangat turun derastis.

“Torut untuk pilgub 2013 sebanyak 74,85 persen. Untuk pilgub 2018 berdasarkan hasil hitung cepat form C dan C1 di KPU torut sebanyak 63 persen. Ada penurunan, salah satu penyebabnya ialah cuaca. Dari pagi sampai malam hujan dan angin kencang, sehingga ada beberapa TPS yang terpaksa dipindahkan karena rusak,” tuturnya.

“Begitupula dengan Soppeng, dari 78 persen menurun hingga 72,48 pada Pilgub tahun ini. Sementara untuk daerah yang partisipasinya meningkat seperti Gowa, pada pemilihan bupati 2015 lalu, hanya 67,8 persen, namun di Pilgub 2018 ini meningkat menjadi 75,9 persen,” pungkasnya. (*)


div>