JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Pengaruh Tokoh di Parpol

Reporter:

Editor:

Iskanto

Jumat , 12 Oktober 2018 08:40
Pengaruh Tokoh di Parpol

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah tokoh berpengaruh digandeng oleh partai politik (Parpol) untuk mendongkrat perolehan suara di Pemilu 2019 mendatang.

Sebut saja mantan Gubernur Sulsel dua periode, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang bergabung dengan Partai NasDem, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto juga Partai NasDem.

Selain itu, ada nama mantan anggota DPD RI Bahar Ngitung yang bergabung di Partai Demokrat. Obama–sapaan akrab Bahar Ngitung akan maju bertarung di Dapil Sulsel 1. Lantas bagaimana pengaruh tokoh-tokoh dalam mendongkrat suara Parpol di pileg?

Ketua Bappilu Demokrat Sulsel, Selle KS tak menspesifikkan tokoh-tokoh yang bergabung. Akan tetapi menurut dia, di internal Demokrat banyak figur serta tokoh yang siap mendongkrak elebtabilitas Demokrat pada Pemilu 2019.

“Jadi, selain pak Obama. Ada beberapa tokoh lain siap bekerja untuk kemenangan Demokrat,” kata Selle, Kamis (11/10/2018).

Selain Obama, kata Selle, ada Aliyah Mustika Ilham, Andi Nurpati, Timo Pangeran, Bahrum Daido, Frederik Batti Sorring. “Dengan adanya tokoh itu, Partai Demokrat Sulsel menargetkan penambahan kursi. Baik DPR RI, DPRD provinsi serta DPRD kabupaten/kota,” jelasnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah mengatakan, Demokrat Sulsel kini mengincar kursi Ketua DPRD dilima kabupaten/kota di Sulsel. Bukan hanya itu, Partai Demokrat Sulsel juga punya target besar menambah perolehan kursi legislatif di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

“Saya berharap bisa menjadi lima kabupaten kita dapat jadi Ketua DPRD. Kita di 24 kabupaten/kota sekitar 90 lebih kursi DPRD,” singkatnya.

Sementara itu, Bahar Ngittung mengaku kembali maju dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang melalui Partai Demokrat di Dapil Sulsel 1 atas dorongan masyarat dan keluarga.

Ia juga optimis mampu mendongkrak suara Demokrat mendatang. “Saya punya target 120 ribu suara,” katanya.
Jumlah suara tersebut, kata Bahar, sudah dilakukan komunikasi dengan tim untuk semua kabupaten/kota hingga tingkat kelurahan.

Pakar Politik Unhas Makassar, Sawedi Muhammad menilai jika persaingan Pileg 2019 akan semakin panas dengan hadirnya sejumlah tokoh. “Dinamika yang terjadi bahwa pemilih tak melihat partai akan tetapi melihat figur ketokohan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jika caleg ingin menang, maka parpol dan caleg bersangkutan harus meyakinkan masyarakat dengan berbagai program. Selain itu, kebutuhan apa yang bisa dinikmati masyarakat sangat perlu untuk dijalankan oleh caleg ketika ingin mendapat suara di wilayah tersebut. “Saya pikir jika hal itu dimainkan oleh caleg, maka hasilkan memuaskan,” pungkasnya. (*)


div>