SELASA , 19 JUNI 2018

Pengejaran Fasum Fasos Terkesan Mandek

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 19 Mei 2018 12:11
Pengejaran Fasum Fasos Terkesan Mandek

Penampakan puluhan bangunan ruko yang ada di Kecamatan manggala. Lahan tersebut juga dinilai sebagai fasum fasos Pemkot Makassar (ist)

*Pekan Depan Tim Terpadu Gelar Rapat Koordinasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Setelah sempat bungkam dan tak ingin membeberkan perkembangan proses identifikasi dan verifikasi terhadap 491 aset fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos), baik yang dikuasai pihak lain maupun yang belum diserahkan oleh pengembang, kini Tim Terpadu penyelamatan fasum fasos yang dibentuk Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, akan kembali membahas progres perburuan aset Pemkot tersebut.

Ketua Tim Penyelamat Fasum Fasos Pemerintah Kota Makassar, Zainal Ibrahim, mengatakan bahwa dalam waktu dekat timnya akan kembali menggelar rapat koordinasi, guna membahas kelanjutan 491 titik fasum fasos yang merupakan aset milik pemerintah kota, yang diduga hilang lantaran dikuasai pihak lain.

“Minggu depan kita akan rapat koordinasi dengan tim. Kita akan melihat sudah sejauh mana progres 491 titik fasum fasos itu,” kata Zainal Ibrahim, Jumat (18/5) kemarin.

Zainal pun enggan membeberkan apa yang menjadi kendala selama ini di tim, sehingga proses penyelamatan aset pemerintah ini berjalan lambat. Meski sejumlah laporan menyebutkan bahwa kinerja tim terhambat lantaran ada empat dokumen yang saat ini masih dikaji di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar, namun, hal itu di bantah Zainal, sebab BPN adalah bagian dari tim penyelamat fasum fasos.

“Tidak ada (BPN hambat kinerja tim). Justru BPN yang mau membantu kita ini, semua data-data yang dia (BPN) miliki mau dia kasih ke kita, inilah yang mau kita rapatkan,” ujar Zainal Ibrahim.
Sementara itu, Plt Walikota Makassar, Syamsu Rizal mengatakan, ada banyak yang menjadi kendala sehingga proses penyelamatan aset pemerintah ini tidak berjalan maksimal.

“Banyak sekali (kendalanya) tapi inikan bukan untuk disampaikan. Nantilah kita sampaikan, yang sudah layak publish kita sampaikan, yang belum layak publish ini saya usahakan bahwa tidak mengganggu. Jangan sampai di ungkap secara parsial malah menimbulkan mis persepsi,” jelasnya.

Deng Ical, sapaan akrabnya, mengaku sudah meminta pendampingan dari tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Bahkan progres penyelamatan fasum fasos ini akan dibahas pekan depan.

“Saya bahkan sudah minta di Kejaksaan Tinggi untuk mendampingi, Alhamdulillah sekerang sudah didampingi dan kita mau rapat hari Senin dengan pihak kejaksaan tinggi,” ujarnya.

Soal BPN yang dinilai menghambat kinerja tim fasum fasos, politisi dari partai Golkar ini juga membantah isu tersebut. Bahkan menurut dia, saat ini kinerja tim sudah sangat kooperatif dalam menyelamatkan aset tersebut.

“Kita satu komitmen, tidak ada yang menghambat. BPN bagus sekali, dia kasih kita bidang hampir 2000 hektare untuk program pengurusan sertifikat lengkap terpadu (PSLT) itu di Kecamatan Manggala. Begitu juga dengan kejaksaan, begitu kita minta dia langsung kasih pindah dari pidsus ke perdata dan tata usaha negara (datun),” jelasnya. (*)


div>