SABTU , 16 DESEMBER 2017

Pengembang Sangat Butuh Dukungan Perbankan

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Selasa , 31 Oktober 2017 19:56
Pengembang Sangat Butuh Dukungan Perbankan

Nampak Regional Head Bank Mualamat Sulampua Ahmad S Ilham berbincang dengan Ketua Dewan Kehormatan DPD REI Sulsel HA Idris Manggabarani, Ketua DPD REI Sulsel HM Sadiq, para pengurus DPD REI Sulsel lainnya pada coffee morning di Anomali Coffee Makassar, Selasa (31/10). foto: doelbeckz/rakyatsulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM– Kondisi ekonomi saat ini mengalami kelesuan. Termasuk di sektor properti. Namun, pengusaha yang bergerak di sektor ini, tetap berupaya maksimal agar bidang properti tetap dapat berakselerasi guna memenuhi kebutuhan rumah layak huni dengan harga terjangkau. Salah satunya dengan memaksimalkan kemitraan dengan stakeholder terkait, seperti perbankan.

Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Sulsel, HA Idris Manggabarani, mengatakan, kemitraan dengan perbankan saat ini sangat dibutuhkan guna mendukung sektor properti dapat tetap bergerak.

“Gejolak ekonomi saat ini sangat sulit, jauh drop. Kita perlu mencari solusi yang tepat bersama mitra kerja, terutama perbankan,” terang Idris di sela-sela coffee morning Bank Muamalat Regional Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) dengan pengurus DPD REI Sulsel di Anomali Coffee Makassar, Selasa (31/10).

Idris menjelaskan, melalui pertemuan dengan Bank Muamalat seperti ini, pengembang dengan perbankan dapat mencari solusi yang tepat mengatasi kendala yang dialami, terutama di sektor pembiayaan.

“Kita bersama-sama perbankan mencari solusi. Termasuk mencari peluang apa yang dapat tercipta, sehingga kita dapat berjalan bersam-sama. Tidak saling menahan. Pengembang sangat butuh dukungan perbankan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, mantan Ketua DPD REI Sulsel ini, juga mengatakan, pengusaha sangat membutuhkan dukungan kemudahan perbankan, terutama dalam mendukung pengusaha-pengusaha yang baru bergerak di sektor properti.

“Kita harapkan lahir pengusaha-pengusaha baru, tetapi jangan langsung dibebani dengan persyaratan yang berat. Kalau itu tetap dilakukan, maka pemain-pemain lama masih akan terus mendominasi. Padahal, saat ini kita perlu dan saatnya dilakukan regenerasi. Saatnya generasi-generasi muda yang tampil,” tegasnya.

Idris berharap langkah Bank Muamalat ini, juga diikuti perbankan lainnya. “Sektor properti itu sangat bergantung pada dukungan perbankan. Mudah-mudahan langkah ini dapat dilakukan perbankan lainnya,” harap Idris.

Sementara, Ketua DPD REI Sulsel, HM Sadiq, memberikan apresiasi terhadap Bank Muamalat yang mengajak sharing informasi. “Kita memberikan masukan dan informasi-informasi kebutuhan teman-teman pengembang REI Sulsel,” jelasnya.

Regional Head Bank Mualamat Sulampua, Ahmad S Ilham, mengatakan, coffee morning dengan DPD REI Sulsel ini sengaja dilaksanakan, sebagai salah satu langkah memperkuat kemitraan dengan seluruh stakeholder. Salah satunya dengan pengusaha di bidang perumahan.

“Melalui coffee morning ini kita perkuat silaturahmi. Termasuk sharing informasi dengan teman-teman di REI Sulsel,” ujarnya.

Ilham mengatakan, Islamic banking harus berperan dalam pembangunan pada umumnya. Dimana sektor properti adalah salah satu sektor yang sangat potensial untuk Bank Muamalat.

“Kita akan fokus pada pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dimana Bank Muamalat punya produk angsuran super ringan, bunga 5 persen fix enam tahun,” jelasnya.

“Dengan histori yang cukup lama antara kami dan REI, maka saya yakin dengan sekarang saya di Bank Muamalat, maka kerja sama ini akan semakin kuat, chemistry kami sangat cocok,” tambah mantan Regional Head SME Bank Permata Makassar, yang bergabung dengan Bank Muamalat per 26 Oktober 2017 lalu ini.

Pada coffee morning Ilham didampingi sejumlah petinggi Bank Mualamat, seperti Head of DNM Bank Muamalat Ari Purnomo, Branch Manager Bank Muamalat Makassar Hadijah Samad, dan lainnya. Sementara, DPD REI Sulsel diwakili Ketua Dewan Kehormatan DPD REI Sulsel HA Idris Manggabarani, Ketua DPD REI Sulsel HM Sadiq, para pengurus DPD REI Sulsel, seperti Abdul Malik Ibrahim, Edy Arsyam, Andi Asruddin Bahar, Anas Nambi, Ridwan Djabir Patiwiri, dan lainnya. (*)


div>