SENIN , 10 DESEMBER 2018

Pengembangan Potensi Alam Terkendala Konektivitas

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 30 September 2017 17:00
Pengembangan Potensi Alam Terkendala Konektivitas

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang saat memberikan sambutan pada Pelatihan Usaha Mandiri di gedung LPMP, Makassar, Sabtu (30/9). Foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menyebut masa depan Sulawesi Selatan ada di daerah dataran rendah, pesisir dan kawasan pegunungan serta dataran tinggi.

Pasalnya, kata Agus, di kawasan pesisir dan daerah pegunungan masih banyak potensi alam dan pertanian yang saat ini belum bisa dimaksimalkan karena terkendala masalah akses konektivitas.

Sementara, saat ini potensi-potensi yang ada di daerah daratan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mencapai titik jenuh.

“Hal ini yang harus kita antisipasi dengan mulai mempersiapkan konsep atau melakukan langkah-langkah untuk bisa maksimalkan semua potensi yang ada untuk dikembangkan,” kata Agus di hadapa ratusan peserta Pelatihan Usaha Mandiri yang mengangkat tema ‘Membangun Jiwa Enterpreneur Bidang Pertanian Organik dan Travel’ di gedung LPMP, Makassar, Sabtu (30/9).

Agus mengatakan, masih tingginya angka kemiskinan di daerah terpencil juga tak terpepas dari belum maksimalnya pemanfaatan potensi di kawasan tersebut.

“Untuk itu, saya sudah menyiapkan konsep pengembangan kawasan pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah dan daerah pesisir. Untuk daerah pegunungan dan dataran tinggi, ada tiga kawasan yang akan dikembangkan dan dimaksimalkan potensinya, yaitu kawasan Latimojong, Bulusaraung dan Bawakaraeng yang disingkat LABUBA. Sementara untuk daerah dataran tinggi dan pegunungan ada Selat Makassar, Laut Flores dan Teluk Bone, disingkat MALABO,” paparnya.

Mantan ketua DPRD Sulsel itu meyakini, konsep pengembangan lima titik kawasan tersebut akan mampu menekan angka kemiskinan di daerah terpencil, sekaligus mengatasi masalah pengangguran di daerah perkotaan.


div>