KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Pengenalan Kampus, Maba Fisip Unismuh Ditantang Lebih Kreatif Hadapi Perubahan

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Jumat , 14 September 2018 14:27
Pengenalan Kampus, Maba Fisip Unismuh Ditantang Lebih Kreatif Hadapi Perubahan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyambut Mahasiswa Baru (Maba) berjumlah 382 orang, Jumat (14/9).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makasar menyambut mahasiswa baru berjumlah 382 orang, Jumat (14/9).

Dimana terbagi pada program Studi Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi. Pengenalan Kehidupan Bermahasiswa ini di kemas dalam kegiatan Ta’aruf Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unismuh Makassar tahun Akademik 2018-2019.

Kegiatan ini di organisir secara kolaboratif oleh lembaga-lembaga kemahasiswaan di lingkup FISIP Unismuh Makassar. Yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unismuh, Pimpinan Komisariat IMM FISIP Unismuh, Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HUMANIERA) FISIP Unismuh, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan (HIMJIP) dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HUMANIKOM).

Kegiatan ini di hadiri jajaran pimpinan fakultas, unit-unit pengelola dan pimpinan program studi. Di isi dengan pengenalan unit-unit lembaga beserta tugas pokok dan fungsinya. Termasuk perkenalan para Pengajar dan Staff Akademik. Ajang ini juga memberikan ruang apresiasi bagi para mahasiswa berprestasi.

Dalam sambutan pembukaan, Dr. Ihyani Malik, Dekan FISIP Unismuh, menggugah kesadaran peserta mahasiswa baru dengan menyampaikan dunia yang telah berubah. Menurut beliau “Era Rovolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi dunia dengan aspek keluasan, kedalaman dan dampak sistem pada negara, masyarakat, serta industri.

“Anak-anak ku harus siap dengan tantangan perubahan itu. Kata kuncinya adalah Berubah atau Mati. Mati yang di maksud adalah termasuk kematian fisik dan psikologis, karena kehadiran robotik dan kecerdasan buatan,” kata dia.

Ia juga memperkenalkan transformasi ilmu-ilmu sosial serta komitmen negara atas keberlanjutan pembangunan. Yang di kemas dalam SDG’s yang juga berpengaruh pada respon birokrasi publik dan tata pemerintahan.

Kegiatan ini di tutup dengan pengenalan lembaga-lembaga kemahasiswaan beserta orientasi program untuk pengembangan kapasitas personal dan institusional. (*)


div>