RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Pengerjaan Tahap II Bendungan Karalloe Dimulai

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 02 Juni 2018 13:45
Pengerjaan Tahap II Bendungan Karalloe Dimulai

Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya Dan Tata Ruang, Sulsel, Darmawan Bintang. Foto: (Fo)

*Konstruksi Utama Fokus di Bangunan Penunjang

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Usai penandatanganan kontrak pengerjaan tahap II Bendungan Karalloe Gowa Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, serta Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya Dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulawesi Selatan, mulai melakukan pengawasan untuk memulai pengerjaannya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya Dan Tata Ruang, Sulsel, Darmawan Bintang mengatakan, konstruksi utama yang akan dilakukan oleh pihak pemenang tender dalam hal ini PT Nindya Karya (Persero) Area Sulawesi dan Papua PT Widya Graha, yakni tubuh bendung serta bangunan penunjang lainnya.

“Itu akan dilakukan dalam waktu dekat, yang jelas harus dilakukan sesuai target pelaksanaan,” kata Wawan, sapaan Darmawan Bintang, Kamis (31/5) lalu.

Seperti dijelaskan oleh PPK Bendungan Karalloe, Mukhlisin, proyek yang memiliki nilai kontrak konstruksi sebesar Rp657,86 miliar, supervisi Rp21,215 miliar ini, rencananya ditargetkan dapat rampung 16 Mei 2020 mendatang. Paket dua ini terdiri dari bendungan, serta pembangunan yang bersifat mekanikal dan elektrikal. Paket satu progresnya telah mencapai 53 persen, untuk pengerjaan terowongan pipa sepanjang 595 meter.

“Paket I perpanjangan dilakukan setelah Desember 2017, izin perpanjangannya sudah keluar dari Kementerian Keuangan jadi sudah selesai bulan Desember 2019. Paket II itu bulan 2020,” ujar Mukhlisin.

Sementara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, T Iskandar mengatakan, Paket II ini sama dengan Paket I, karena masih merupakan bagian dari pembangunan Bendungan Karalloe.

“Tahap II ini terkait sebelumnya, satu kesatuan dengan paket satu yang pengerjaan sudah dimulai sejak tahun 2013,” jelasnya.

Terkait untuk pembebasan lahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala berarti.

“Setelah penetapan lokasi, Kabupaten Gowa juga sudah menyiapkan berbagai cara dan dukungan untuk bisa lebih lancarnya proses pembebasan lahan,” ujarnya.

Walaupun sejauh ini diakuinya belum ada masalah dan sudah tertangani sesuai dengan ketentuan, namun untuk yang tidak menemukan kesepakatan, maka cara yang dilakukan adalah dana yang ada disimpan di pengadilan.

Dia juga menyebutkan, kedepan bendungan tersebut akan dibuat menjadi lokasi tujuan wisata.
“Nanti kita akan melaksanakan seperti harapan beliau untuk bisa juga menjadi tempat kegiatan pemberdayaan ekonomi dan penguatan wilayah setempat,” ujarnya.

Bendungan ini berada di Kecamatan Biringbulu, Desa Datara dan Desa Garing Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. (*)


div>