MINGGU , 24 JUNI 2018

Pengerjaan Tol Layang Dihentikan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 08 Juni 2018 12:15
Pengerjaan Tol Layang Dihentikan

TOL LAYANG. Maket Tol Layang Dalam Kota yang menghubungkan Jalan Tol Reformasi dengan Jalan AP Pettarani : foto :RAKYATSULSEL

*Demi Kelancaran Arus Mudik Lebaran

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengerjaan tol layang AP Pettarani selama arus mudik lebaran dihentikan sementara. Penghentian pengerjaan kontruksi ini berdasarkan kebijakan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia guna menjaga kelancaran arus lalu lintas selama mudik lebaran.

Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Anwar Toha mengatakan pengerjaan proyek nasional tersebut dihentikan sementara selama 17 hari, terhitung sejak H-7 lebaran. Hal tersebut mengikuti intruksi Kementrian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Jadi kita berhenti dulu (pengerjaannya), kurang lebih 17 hari. Jadi kita berhenti itu sejak Jumat 8 Juni (hari ini) dan akan kembali dikerjakan 25 Juni mendatang,” ujar Anwar Toha, Kamis (7/6).

Anwar menjelaskan, bahwa saat H-7 lebaran jumlah kendaraan yang keluar masuk tol dipastikan akan sangat padat. Untuk hari biasa saja, katanya, jumlah kendaraan yang keluar tol menuju bandara atau mengarah ke Maros sedikitnya 19.000 kendaraan.

Sementara, arus kendaraan keluar tol menuju arah AP Pettarani dari arah Pelabuhan Soekarno Hatta maupun Bandara Sultan Hasanuddin, sebanyak 25.000 kendaraan per hari dan yang keluar menuju pelabuhan sebanyak 14.000 per hari.

“Seminggu sebelum lebaran itu sudah mulai padat kendaraan, apalagi sekarang libur cukup panjang. Lonjakan diprediksi meningkat sampai 5 persen,” jelas Anwar.

Ia mengatakan bahwa sejauh ini pengerjaan tol layang masih tahap awal, seperti pembersihan, pemotongan pohon, pengerjaan detour (pelebaran jalan), serta pemasangan median concrete barrie (MCB).

Kendati demikian, pihaknya mengaku akan terus menggenjot pengerjaan proyek senilai Rp2,2 triliun tersebut. Pasalnya, proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2020 mendatang.

“Saat ini masih seputaran utilitas, itu juga yang menjadi persoalan. Pengerjaan fisik nanti Insya Allah Juli, sudah ada pemasangan pondasi dll,” ujarnya.

Diapun berharap tol layang ini nantinya bisa mengurai kemacetan di Kota Makassar hingga 40 persen. Mengingat Makassar merupakan salah satu kota metropolitan dengan tingkat pengendara yang cukup tinggi.

Diketahui, proyek tol layang rencananya akan dibangun melintasi jalan AP Pettarani, dan membentang sepanjang 4,3 kilometer berbatasan dengan Jalan Urip Sumoharjo disisi Utara dan Jalan Sultan Alauddin dibagian Selatan.

Jadwal pembangunan jalan layang tol AP Pettarani Makassar dimulai Mei 2018 hingga Januari 2019 memasuki masa pekerjaan persiapan.

Di bulan Juni 2018 hingga Januari 2019 dijadwalkan pekerjaan tanah. Juli 2018 hingga Juni 2019 adalah pekerjaan struktur bawah, sementara September 2018 hingga Januari 2020 memasuki pekerjaan struktur atas.

Desember 2018 memulai pekerjaan struktur oprit on ramp/off ramp hingga November 2019. Pekerjaan drainase, lapis perkerasan, dan pekerjaan pelengkap dijadwalkan di bulan April 2019 sampai Februari 2020. Untuk pekerjaan penerangan jalan, dan penanganan utilitas dijadwalkan berjalan pada Mei hingga Agustus 2018. (*)


div>