MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Penggiat Lingkungan di Maros Gagas Sekolah Alam

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 16 September 2015 17:20

MAROS, RAKYATSULSEL – Sejumlah penggiat lingkungan hidup di Kabupaten Maros membentuk sekolah alam di wilayah Lembang, Desa Samangki Kecamatan Simbang, Maros. Sekolah alam yang diberi nama Bissudaeng ini mendidik sedikitnya 30 anak usia dini dan didirikan sekitar sejak dua bulan lalu.

Salah satu penggagas Bissudaeng, Wati Ismail kepada wartawan mengatakan, pendirian sekolah alam ini berdasarkan inisiatif bersama para penggiat lingkungan yang suka melakukan adventure ke hutan. Penggiat ini khawatir akan rusaknya lingkungan terutama hutan akibat ulah masyarakat yang tidak bertanggungjawab.

“Kita memberi pemahaman kepada adik-adik khususnya di daerah ini (Lembang, red) mengenai pentingnya menjaga hutan dan dampak yang akan terjadi jika hutan tidak dijaga. Karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus untuk menyelematkan hutan,” ujar Wati saat ditemui di Warkop, Rabu (16/09).

Sejauh ini, lanjut Wati, dirinya bersama teman-temannya rutin mengunjungi sekolah alam tersebut sekali seminggu yakni setiap hari Jumat. “Jadi setiap hari Jumat kami ke sana, dan banyak teman-teman yang berminat bergabung dan membantu. Kita juga tentunya membuka ruang bagi siapa saja atau lembaga manapun yang ingin ikut andil dalam sekolah alam ini,” ujar Wati di sela-sela kesibukannya membuat kurikulum pendidikan yang akan disajikan pada sekolah alam Bissudaeng.

Penggagas Sekolah Alam lainnya, Alim mengatakan pembekalan yang diberikan kepada anak-anak di sekolah alam Bissudaeng, selain menjaga hutan, juga diajarkan bagaimana membuat pupuk kompos, menanam tanaman herbal, serta menanam dan merawat pohon.

“Ke depan kita akan berikan bibit tanaman produktif kepada adik-adik seperti, mangga, durian, rambutan dan jeruk, dan diajarkan bagaimana merawatnya. Sehingga diharapkan nantinya, tanaman ini bisa menjadi sumber ekonomi baru, terutama bagi anak sekolah untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” ujar Ketua BEM Stiper Yapim Maros ini saat dikonfirmasi melalui telepon.

Lebih lanjut, Alim mengatakan, selain mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan kepada anak usia dini, masyarakat sekitar juga nantinya akan dibekali bagaimana mengelola sumber daya alam dengan maksimal dan tetap ramah lingkungan.

“Kita akan melakukan pembekalan kepada masyarakat setempat, bagaimana memaksimalkan potensi yang ada seperti pembuatan cuka nira, gula aren, arang cangkang kemiri, tanaman organik dan potensi lainnya. Bahan baku di sini banyak, kita tinggal mengajarkan masyarakat bagaimana mengelolanya dengan baik,” ujar Alim yang saat ini masih semester 5 Jurusan Agribisnis di Stiper Yapim Maros.

Dihubungi terpisah, Pelaksana tugas Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN-Babul), Abdul Rajab merespon baik sekolah alam itu.

”Kami sangat mendukung adanya kegiatan-kegiatan seperti ini di wilayah kerja TN-Babul. Kegiatan ini akan sangat membantu pelaksanaan tugas kami untuk menjaga kelestarian areal hutan, dan masyarakat juga bisa hidup sejahtera dari hasil memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya. Insyaallah kami akan selalu mensupport kegiatan teman-teman dari sekolah alam Bissudaeng,” ujar Rajab.


Tag
  • Sekolah Alam
  •  
    div>