SENIN , 16 JULI 2018

Penggiat Sosial: Pemadaman Listrik Bencana Daerah

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 08 Januari 2016 16:27

LUWU UTARA, KYATSULSEL.COM – Persoalan pemadaman listrik di Kabupaten Luwu Utara saat ini sudah menjadi persoalan yang tak kunjung usai, seperti halnya pemadaman listrik tadi malam, Kamis (7/1). Pemadaman yang terjadi hingga 4-5 kali sehari, berdampak pada seluruh aktivitas masyarakat di kabupaten luwu Utara.

Pemadaman listrik di Kabupaten Luwu Utara saat ini semakin parah karena terjadi setiap hari dengan pemadaman hingga 4 kali. Keadaan sangat merugikan masyarakat di daerah tersebut.

Penggiat sosial ekonomi & politik, Radinal Jayadi saat dimintai keterangannya terkait sering terjadinya pemadaman listrik di Luwu Utara oleh PLN, mengatakan bahwa kajadian pemadaman listrik itu sudah menjadi bencana daerah.

“Semestinya masyarakat jangan hanya menuntut banyak kepada PLN karena yang terjadi saat ini kebutuhan listrik di dalam lingkup regional Provinsi sulawesi selatan sedang mengalami defisit listrik,” ungkapnya.

Dalam dokumen Master Plan Pembangunan Ketenagalistrikan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2010/2014, kapasitas terpasang sebesar 635,24 MW, daya mampu 447,77 MW, dan beban puncak 552,92 MW. Dengan demikian, Sulawesi Selatan mengalami defisit listrik sebesar -105,15 MW.

“Dengan melihat kondisi existing ketenagalistrikan yang demikian, maka seharusnya masyarakat menuntut kepada pemerintah daerah kabupaten Luwu Utara, untuk mempercepat implementasi dari perencanaan pembangunan pembangkit listrik baru sebagai solusi dari difisitnya sumber daya listrik,” jelas Radinal.

Sebagaimana perencanaan pembangkit baru yang tertuang dalam RTRW Kabupaten Luwu Utara Pasal 13 yakni:
a. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), tersebar di setiap kecamatan;
b. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yaitu PLTA Rongkong di Kecamatan Sabbang, PLTA Baliase, PLTA Patikala di Kecamatan Masamba dan PLTA Kanjiro di Kecamatan Sukamaju;
c. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) tersebar di setiap Kecamatan kecuali Kecamatan Malangke dan Malangke Barat;
d. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tersebar di setiap Kecamatan; dan Pembangkit Listrik Geotermal (Panas Bumi) di Kecamatan Sabbang, Limbong, Rampi, Seko dan Masamba.

Apabila pemerintah daerah mempercepat pembangunan pembangkit listrik baru, maka pemadaman listrik di kabupaten Luwu Utara tidak perlu terjadi lagi.

“Dengan demikian maka defisit kebutuhan listrik dalam wilayah regional Sulawesi Selatan dapat diatasi sedikit demi sedikit,” tutup Radinal Jayadi.


div>