SELASA , 24 APRIL 2018

Pengrajin di Sanrobone Dambakan Rumah Produktif IYL-Cakka

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 14 April 2018 18:54
Pengrajin di Sanrobone Dambakan Rumah Produktif IYL-Cakka

int

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Program Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) memang sangat terukur dan tepat sasaran. Sehingga sangat wajar jika warga antusias mendambakannya, terutama mereka yang sudah mendapat penjelasan mengenai teknis dan detail program tersebut.

Antusias warga mengenai program pasangan nomor urut 4 ini, kembali terlihat saat Kandidat Wakil Gubernur Sulsel, Andi Mudzakkar bertatap muka dengan warga di Desa Tonasa, Kecamatan Sanro Bone, Kabupaten Takalar, Sabtu ( 14/04) sore .

Desa tersebut dikenal sebagai sentra produksi Songkok Guru dengan bahan baku daun lontar. Warga sangat mendambakan Rumah Produktif yang digagas pasangan usungan koalisi rakyat itu.

Salah satu pengrajin, Daeng Liwang mengatakan, hasil produksi warga rata- rata belum memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomiannya. Sehingga pihaknya sangat menaruh harapan, agar Rumah Produktif menjadi solusi terbaik.

 

” Mudah- mudahan dengan hadirnya Rumah Produktif, produksi bisa bertambah sehingga pendapatan masyarakat juga bisa bertambah,” harap Daeng Liwang.

Dia yakin program tersebut bakal diwujudkan oleh IYL-Cakka jika terpilih memimpin Sulsel lima tahun ke depan. ” IYL di Gowa dan Cakka di Luwu sudah teruji. Bukan pencitraan. Jadi kami sangat yakin ketika ada program yang Ingin diwujudkan,” katanya.

Di tempat tersebut, Cakka menjelaskan Rumah Produktif berbasis desa yang akan dibangun di setiap Kecamatan di Sulsel yang ditarget mulai terealisasi di tahun pertamanya menjabat jika diberikan amanah memimpin Sulsel.

Selain menjelaskan rumah produktif, Bupati Luwu dua periode ini, juga mengurai komitmennya bersama IYL untuk mendorong pendidikan berkualitas secara merata tanpa pungutan.

Caranya dengan menggelontorkan dana Rp 1,5 triliun setiap tahun untuk peningkatan kualitas pendidikan secara merata di Sulsel.

” Ini agar pendidikan anak, cucu dan kemanakan kita berkualitas. Tidak adalagi pembayaran di sekolah. Kami komitmen untuk mewujudkannya,” pungkas Bupati Luwu dua periode itu. (*)


div>