RABU , 14 NOVEMBER 2018

Pengurus Daerah Persakmi Sulsel Gelar Rakerda di Luwu Utara

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Minggu , 04 Maret 2018 11:00
Pengurus Daerah Persakmi Sulsel Gelar Rakerda di Luwu Utara

Persakmi Sulsel saat menggelar seminar nasional.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengurus Daerah Perhimpunan Sarjana & Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar Rapat Kerja Daerah 2018, di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Sabtu 3 – Minggu 4 Maret 2018.

Kegiatan Rakerda dirangkaikan dengan kegiatan Pengukuhan Pengurus Cabang PERSAKMI luwu Utara dan Seminar Nasional dengan mengangkat tema “Membangun Sinergitas dan Kapasitas Tenaga Kesehatan menuju Masyarakat Sehat Sejahtera”.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, membuka Rakerda Persakmi yang dihadiri oleh Anggota DPRD Luwu Urara, Kepala SKPD, Ketua Umum PP PERSAKMI, Ketua dan Pengurus Pengda Persakmi Sulawesi Selatan, Pengurus Cabang Persakmi se-Sulawesi Selatan dan anggota Persakmi Kabupaten Luwu Utara.

Dalam sambutannya, Indah, mengemukakan dukungannya atas kebijakan pro-orang sehat dan mengharapkan program kesehatan yang disusun mampu menstimulasi, mengedukasi dan mengadvokasi semua pemangku kepentingan dan elemen masyarakat untuk mengembangkan hidup sehat.

Lebih lanjut, Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan ini memberikan catatan bahwa arah kebijakan dalam pembangunan kesehatan haruslah berubah.

“Jika selama ini kebijakan pembangunan masih berorientasi pada orang sakit yang ditunjukkan dengan banyaknya regulasi dan proporsi anggaran yang ditujukan untuk orang sakit, maka ke depan kebijakan harus lebih berorientasi pada orang sehat,” ungkap Indah.

Indah pun menegaskan mendukung rencana SKM Masuk Desa, asal para Sarjana Kesehatan Masyarakat mau dan berminat mengabdi di desa.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengda Persakmi Sulawesi Selatan, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MSc.PH, Ph.D, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Sarjana Kesehatan Masyarakat memiliki kompetensi yang mumpuni dalam melaksanakan Program Kesehatan.

“SKM memiliki kompetensi 7 penjuru angin meliputi keahlian di bidang administrasi dan kebijakan kesehatan, keahliam bidang statistik dan kependudukan, ahli epidemiologi, ahli promosi kesehatan dan ilmu perilaku, kapasitas di bidang kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan kapasitas di bidang nutrision,” ungkapnya.

Sementara Ketua Umum Pengurus Pusat Persakmi, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M. Kes, MSc. PH, menambahkan, bahwa tujuan PERSAKMI adalah pemberdayaan Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam meningkatkan daya ungkit dalam akselerasi pembangunan kesehatan.

“Tanggung jawab SKM membantu pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Ada peran penting dan strategis yang perlu diemban oleh Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam mengatasi transisi epidemiologi,” terangnya.

Setelah pengukuhan acara selanjutnya adalah seminar nasional. Tampil sebagai narasumber adalah Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes, MSc.PH, membawakan topik arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional.

Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD dengan topik Kolaborasi Healthy Cities dan Germas di Indonesia, Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes., M.Med.Ed. dengan topik Pemenuhan Hak-Hak Gizi.

Laode Musafin, SKM, M.Kes. membawakan topik Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan di Indonesia. Setelah presentasi materi, dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh H. Gunawan, SKM, M.Si.

Sore hari dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah. Program utamanya pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan masyarakat dan advokasi pemerintah daerah dan pusat terhadap keberpihakan pembangunan kesehatan masyarakat. (*)


div>