MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Pengurus PPNI Pangkep Desak Ketuanya Mundur

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 13 April 2017 11:52
Pengurus PPNI Pangkep Desak Ketuanya Mundur

Pengurus DPD PPNI Pangkep segera gelar musdalub. Mereka mendesak ketuanya mundur. foto: atho tola/rakyatsulsel.

PANGKAP, RAKYATSULSEL.COM – Buntut pembatalan pelatihan dasar trauma dan gawat jantung, atau Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang dilakukan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pangkep, puluhan perawat dari pengurus PPNI mendesak penyelenggaraan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Dalam musdalub tersebut para pengurus mendesak Ketua PPNI Pangkep, St Rohani untuk diganti.

Salah satu pengurus PPNI Pangkep, Syamsul yang dikonfirmasi mengaku, kecewa dengan kinerja ketuanya. Bahkan, surat desakan penggantian ketua DPD melalui rapat pleno, sudah ditembuskan ke DPW PPNI Sulsel.

“Kami dalam waktu dekat akan gelar musdalub, karena DPW PPNI Sulsel tidak mengindahkan berita acara hasil rapat pleno di Kabupaten Pangkep, maka di kepengurusan DPD PPNI Pangkep akan melaksanakan musyawarah daerah luar biasa, bahkan kami telah menunggu hasilnya, namun sampai sekarang belum ada realisasi,” jelas Syamsul.

Pengurus DPD PPNI Pangkep sendiri telah menggelar rapat pleno pada Senin (10/4) lalu, dengan dihadiri seluruh pengurus PPNI se-Kabupaten Pangkep, dimana seluruh pengurus menginginkan diadakan musdalub dengan agenda penggantian ketua.

“Senin kemarin kita sudah gelar rapat pleno, seluruh pengurus hadir, termasuk para perawat dari pelosok desa dan kepulauan ikut hadir, dan menginginkan segera digelar musdalub, dan ini disetujui dengan tanda tangan para pengurus,” jelas Syamsul.

Protes dari desakan pergantian Ketua PPNI Pangkep ini, dilayangkan pengurus sebagai dampak pembatalan kegiatan BTCLS, tidak hanya itu, Ketua PPNI Pangkep juga dinilai minim kinerja selama menjabat ketua dan juga dinilai arogan dalam mengambil kebijakan. (***)

 


div>