RABU , 17 OKTOBER 2018

Pengusaha Wajib Jadi Anggota Kadin

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 18 Februari 2018 22:13
Pengusaha Wajib Jadi Anggota Kadin

Ketua Umum Kadin Sulsel Zulkarnain Arief (tengah) bersama 33 Ketua Umum Kadin Provinsi se-Indonesia pada pertemuan silaturahmi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dihadiri 33 di Hotel JW Marriot, Surabaya, Jumat (16/2) lalu. foto: ist for rakyat sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pertemuan silaturahmi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dihadiri 33 Ketua Umum Kadin Provinsi se-Indonesia di Hotel JW Marriot, Surabaya, Jumat (16/2) lalu, menghasilkan beberapa rekomendasi. Salah satunya, semua pengusaha daerah wajib menjadi anggota Kadin.

Hal ini untuk mendorong peran pengusaha daerah dalam proyek pembangunan infrastruktur dan perumahan.

“Untuk itu, semua pengusaha daerah wajib jadi anggota Kadin. Sesuai Keppres No. 17 Tahun 2010 tentang AD/ART Kadin. Itu agar pengembangan pengusaha daerah bisa lebih mudah,” kata HM Zulkarnain Arief, Ketua Umum Kadin Sulsel kepada redaksi, Minggu (18/2).

Zulkarnain mengatakan, Kadin merupakan satu-satunya organisasi yang dilindungi landasan hukum melalui Undang-Undang (UU) No 1 Tahun 1987 dan Keputusan Presiden (Kepres) No 17 Tahun 2010.

Dalam Kepres 17/2010, perusahaan atau dunia usaha diwajibkan bergabung dengan Kadin. “Sampai sekarang belum semua dunia usaha tergabung dalam Kadin. Lebih banyak yang tidak terdaftar daripada yang terdaftar,” ujarnya.

Selain itu, pertemuan juga merekomendasikan Kadin daerah meminta Kadin Indonesia untuk mendapatkan dana APBN/APBD dan Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Indonesia wajib berkunjung ke Kadin daerah di fasilitasi Koordinator Wilayah (Korwil) secara berkala minimal dua bulan sekali.

“Poin selanjutnya, semua pengurus Kadin Indonesia yang punya usaha di daerah, wajib mendaftarkan usahanya dan menjadi anggota Kadin, bila tidak perlu dievaluasi dan setiap kegiatan dengan Presiden atau Menteri Kabinet harus melibatkan Kadin Daerah,” jelasnya.

“Ditetapkan pula dua bulan sekali pertemuan seperti ini, yang selanjutnya di Solo, Jateng. Kesapakatan pertemuan selanjutnya pada 24 Februari 2018 di Hotel Sultan Jakarta dan menyampaikan hasil pertemuan ini kepada Ketua Umum Kadin Indonesia,” tambahnya.

Zulkarnain mengatakan, pertemuan ini digagas agar peran Kadin semakin optimal dan akan turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk pengembangan ekonomi daerah.

“Kami lakukan pertemuan ini dalam rangka melihat secara langsung pengembangan perekonomian daerah. Kadin mempunyai kaki tangan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten,” ujarnya. (***)


div>