SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Penimbun Sembako Terancam Pidana

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 09 April 2018 12:45
Penimbun Sembako Terancam Pidana

Syamsu Rizal. (ist)

– Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Ramadan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Distributor sembako jangan coba-coba melakukan penimbunan. Jika terbukti, bisa dihukum secara pidana.

Penimbunan sembako kerap terjadi menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini mengakibatkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga yang cukup siginifikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, sudah mewanti-wanti seluruh distributor dan pedagang untuk tidak sekali-kali melakukan penimbunan bahan pangan.

“Kami sudah mewanti-wanti, terutama distributor dan pedagang, jangan berani timbun barang karena itu sudah masuk ranah pidana. Kami sudah meminta pihak kepolisian untuk memantau distributor,” tegas Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal, Minggu (8/4) kemarin.

Menurut Deng Ical, situasi politik saat ini memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi. Hanya, tidak terlalu signifikan. Namun, ia memastikan harga bahan pangan tetap stabil sampai Ramadan nanti.

Saat ini, harga sembako masih relatif stabil. Seperti, harga daging rata-rata Rp 95.000 per kilogram dan gula mencapai Rp 13.500 per kilogram. Hanya cabe yang mengalami kenaikan sekitar Rp 35.000 sampai Rp 45.000 per kilogram.

“Kalau barang lengkap, harusnya tidak ada gejolak harga,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan Makassar, Ikhsan NS, mengatakan, untuk mencegah terjadinya penimbunan bahan pangan jelang puasa, pihaknya rutin memantau ketersediaan bahan pokok dan harga.

“Tim kita di Dinas Perdagangan dua kali seminggu turun memantau harga pangan. Tapi karena ini mau Ramadan, kita intensifkan, kalau bisa tiap hari,” ungkapnya.

Pemantauan secara intensif, lanjutnya, adalah salah satu upaya yang dilaksanakan pemerintah untuk menekan harga di pasaran agar tidak terjadi inflasi. Termasuk menyasar distributor nakal yang melakukan penimbunan bahan pokok.

Dari hasil pantauannya, saat ini belum terjadi kenaikan harga yang signifikan di sejumlah pasar tradisional maupun modern. Meski begitu, ia berharap agar tahun ini tidak ditemukan distributor yang melakukan penimbunan. Pasalnya, jika merujuk pada tahun lalu, tidak ada temuan penimbunan bahan pokok yang menjadi kekhawatiran masyarakat.

“Kita sudah mewanti-wanti distributor untuk tidak menimbun bahan pokok, karena itu akan berhadapan dengan pihak yang berwajib. Sanksinya jelas, kalau ada kita temukan diberikan teguran tapi kalau pelanggarannya berat dan mengarah ke pidana kita limpahkan ke pihak kepolisian. Tahun lalu kita lakukan pantauan dengan pola seperti itu, dengan bekerjasama kepolisian dan kita berhasil menekan harga,” bebernya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok, mewajibkan seluruh distributor untuk melaporkan distribusi dan stok barang yang tersedia di gudang. Hal ini untuk mencegah terjadinya penimbunan barang pokok oleh distributor.

Pihaknya juga berencana akan membuka pasar murah bersubsidi di empat kecamatan, yang ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu. Meski begitu, dia belum menentukan kecamatan apa yang nantinya disasar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. (*)


div>