KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Penindakan Fasum-Fasos, Kejari Tunggu SK Walikota Makassar

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 14 Agustus 2017 17:42
Penindakan Fasum-Fasos, Kejari Tunggu SK Walikota Makassar

Danny Pomanto, foto: mdfajar/rakyatsulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengejaran sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan kini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto untuk mengamankan 454 Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos).

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Makassar Alham mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan tindakan sebelum adanya perintah melalui SK yang dikeluarkan oleh Walikota Makassar.

“jangan tanyakan di Kejari, tanyakan ke Pemkot, kenapa belum dibuatkan tim terpadu,” ujar Alham, Senin (14/8)

Tapi, lanjut Alham, kerja dari tim terpadu yang akan dibentuk itu memiliki beberapa tahap, yakni, tahap sosialisasi, kemudian tim penindakan dan tim eksekusi.

“kita akan sosialisasikan dahulu untuk memberitahu agar dikembalikan, namun kita masih menunggu karena leading sectornya ada pada Pemkot Makassar,” kata Alham

Dia menjelaskan, tim yang dibentuk nantinya merupakan tim yang megumpulkan beberapa instansi yang akan dilibatkan sehingga akan berdampak pada tim besar, olehnya itu akan dibutuhkan dana yang besar pula dalam penanganannya.

[NEXT-RASUL]

“kita (Kejari) akan menjadi ujung tombak dalam pengejaran Fasum dan Fasos,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pengejaran fasum dan fasos tersebut akan di evaluasi seperti apa permasalahan, kemudian akan diberikan solusi. Pasalnya, kata Alham, tidak semua fasum dan fasos memiliki permasalahan yang sama.

Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar Wahab Tahir mengatakan, dirinya belum mengetahui untuk saat ini siapa yang akan menjadi ketua tim, ia menyerahkan semuanya kepada Pemkot Makassar.

Dia membeberkan, penindakan aset berupa fasum dan fasos yang tersebar di sejumlah titik ada pada di Kecamatan Tamalate, Kecamatan Panakukang dan Kecamatan Manggala.

Berdasarkan data yang dihimpun bahwa di Kecamatan Manggala, misalnya, fasum yang ada di Kecamatan Manggala berupa delapan titik taman terbuka, satu titik lahan Ruang Terbuka Hijau ( RTH) yang saat ini menjadi PDAM IPA III, dua bangunan masjid, kemudian lahan yang saat ini ditempati Kantor Polsek Manggala. Adapula dua bangunan sekolah dasar yang terdapat di Blok I dan Blok VII, serta sebuah lahan yang dibanguni kantor Lurah Manggala.

Ada pula lahan yang dibanguni puskesmas, dua titik lahan yang diatasnya terdapat gereja, lapangan olahraga, dan lahan yang diatasnya terdapat bangunan ruko. Sebelumnya, lahan ini diperuntukkan untuk Posko Pemadam Kebakaran (Damkar).

Selain itu, di Kecamatan Panakkukang, sejumlah taman di perumahan yang dikelola Asindo Indah Griyatama diduga telah dikomersilkan. Dari hasil pantauan, taman di Kompleks Topaz sudah beralih fungsi menjadi bangunan ruko. Begitu pula dua taman di Kompleks Bougenville, Jalan Panakkukang, ternyata sudah tidak ada. Padahal dari data siteplan yang diserahkan ke Dinas Penataan Ruang, taman itu terletak di blok C dan E, luasnya masing-masing, 48 dan 147 meter persegi.

[NEXT-RASUL]

Sementara, satu taman seluas 136 meter persegi di kawasan bisnis yang dikelolah PT Asindo Indah Griyatama juga diduga telah dikomersilkan dari siteplan. Taman itu terletak di Topaz II. Namun, di Kompleks Topaz saat ini hanya dua taman yang terletak di Jalan Topaz I dan Topaz Raya, sedangkan di Jalan Topaz II hanya berjejer rumah toko (ruko).

Penyerobotan fasum dan fasos juga dilakukan Country Cafe and Resto (CCR). Fasum berupa jalan umum diduga telah beralih fungsi menjadi lahan parkir, sehingga jalan penghubung terputus di Jalan Toddopuli.


div>