Peninggalan Sejarah Gowa Di Mata Dubes Ceko | Rakyat Sulsel

Peninggalan Sejarah Gowa Di Mata Dubes Ceko

Ritual Tabur Beras Miliki Kesamaan Di Ceko

Jumat , 28 September 2012 09:52
Total Pembaca : 618 Views
Dubes Ceko saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Graha Pena Rabu malam

Baca juga

Dubes Ceko saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Graha Pena Rabu malam

GOWA – Untuk kesekian kalinya Kabupaten Gowa didatangi tamu dari negara lain. Duta Besar Ceko untuk Republik Indonesia (RI), Tomas Smetanka didampingi Deputi Bidang Ekonomi Kedubes Ceko, Jan Janda melakukan kunjungan ke Museum Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Kamis (27/9). Dubes Ceko ini juga didampingi Konsulat Kehormatan Ceko untuk Kawasan Timur Indonesia, HM Alwi Hamu dan Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Otto, serta Pemimpin Umum Harian Rakyat Sulsel, Subhan Yusuf.

 

Di Kabupaten Gowa, rombongan diterima langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Gowa, Andi Rimba Alam Pangeran dan Ketua Pemangku Adat Kabupaten Gowa, Bau Tayang Karaeng Bontolangkasa.

Tomas Smetanka menganggap, penyambutannya beserta rombongan sebagai kehormatan besar. Apalagi, kata dia, penyambutan dengan tarian pakuru sumanga’ dengan ritual menabur beras merupakan ritual yang sama di Ceko. “Kesamaan ritual seperti ini membuat kami ingin terus berkunjung ke Kabupaten Gowa utamanya istana bersejarah ini,” kata Tomas Smetanka.

Dia menambahkan, kunjungan ke Museum Istana Balla Lompoa merupakan kunjungan strategis. Menurutnya, salah satu pembelajaran diperoleh tentang sejarah dan silsilah Kerajaan Gowa pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Bahkan, sambung dia, di Sulsel sudah banyak pelajar dan seniman yang melakukan pertukaran seni dan budaya utamanya seni visual.

Kunjungan Dubes Ceko di Sulsel ini, menurut Jan Janda dalam rangka mempertemukan delegasi bisnis dagang antara Ceko-Indonesia. Kami mendengar di sini banyak pabrik semen, yang nantinya bisa dijadikan peluang investasi, namun pada tahap ini untuk suplai peralatan pabrik semen dan gula di Sulsel. “Ceko cukup percaya diri untuk menambah investasi di Indonesia khususnya Sulsel karena kami punya teknologi canggih dan itu bisa diterapkan di daerah ini,” jelas Jan Janda.

Sementara Kepala Disbudpar Gowa, Andi Rimba Alam Pangeran mengharapkan agar dari kunjungan  Dubes Ceko dan Konsulat Kehormatan Ceko untuk Kawasan Timur Indonesia dapat berkenan membantu memasarkan dan mempromosikan obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Gowa. “Kami akui kemampuan dalam memasarkan obyek wisata ke luar negeri masih sangat terbatas, semoga Dubes dapat membantu meningkatkan dan mengembangkan pariwisata di Gowa,” harapnya.

Selain mengunjungi Museum Istana Balla Lompoa, rombongan ini juga menyempatkan diri untuk berziarah di Makam Sultan Hasanuddin dan Syakh Yusuf yang terletak di Kecamatan Somba Opu. (K1/D)