Penjual dan Pengguna petasan Diancam 12 Tahun Penjara | Rakyat Sulsel

Penjual dan Pengguna petasan Diancam 12 Tahun Penjara

Sabtu , 21 Juli 2012 12:06
Total Pembaca : 2840 Views
KOMBES POL CHEVY AHMAD SOPARI, Kabid Humas Polda Sulsel

Baca juga

KOMBES POL CHEVY AHMAD SOPARI, Kabid Humas Polda Sulsel

RAKYAT SULSEL . Memasuki bulan Suci Ramadhan, pihak kepolisian akan mengambil sikap tegas bagi orang yang terlibat dalam peredaran petasan. Hal ini diakui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Chevy Ahmad Sopari.

Berikut hasil wawanacaranya dengan Harian Rakyat Sulsel malam tadi.

 

+ Apa dampak penggunaan petasan terhadap penggunanya maupun masyarakat di sekitarnya?

- Tentu hal itu sangat berpengaruh kepada kenyamanan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dengan adanya bunyi ledakan yang dihasilkan itu dapat menggangu orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah, apalagi petasan baru disenangi ketika masuk bulan Ramadhan. Selain itu, petasan juga lebih banyak dipergunakan ketika sudah tengah malam yang merupakan waktu beristirahat masyarakat.

 

+ Apakah petasan tidak berisiko membahayakan bagi penggunanya?

- Tetap ada risikonya bagi penggunanya. Namun, yang paling dirugikan disini adalah orang yang berada di sekitarnya, terutama anak-anak yang memang sengaja membakar petasannya kemudian dilempar ke tengah jalan. Hal itu dapat mengakibatkan kerugian bagi pengguna jalan, bahkan berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

 

+ Bagaimana aturan penggunaan petasan selama bulan puasa?

- Selama bulan puasa, petasan dilarang untuk diperjualbelikan. Hal ini sudah menjadi aturan hukum. Kami akan memberikan sanksi tegas kepada penjual-penjual yang tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Untuk sementara ini peredaran petasan di masyarakat belum nampak. Tapi kami tetap akan melakukan operasi, sasarannya adalah pedagang-pedagang yang petasan. Kalau ada yang terbukti menjual petasan tentu akan kami berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

 

+ Sanksi yang dimaksud?

- Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187, Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang bahan peledak. Dalam undang-undang ini sudah diatur soal bahan peledak yang menimbulkan ledakan dan dianggap mengganggu lingkungan masyarakat.

 

+ Apakah hanya penjual atau pengguna yang dapat dikenakan undang-undang tersebut ?

- Tidak, Undang-undang tersebut menjelaskan bahwa pembuat, penjual, penyimpan, maupun pengangkut petasan dapat dikenai. Ancamannya hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup.

 

+ Apakah ada jenis petasan yang diperbolehkan untuk diperjualbelikan?

- Segala jenis Petasan dilarang karena menghasilkan bunyi ledakan. Kalau kembang api tidak, selagi itu bukan kembang api yang menghasilkan ledakan karena yang membuat warga terganggu itu adalah bunyinya. Kalau hanya sekadar kembang api dan tidak meledak tidak dilarang untuk diperjual belikan. (RS8/E)