RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Penlok Lahan Kereta Api Direvisi

Reporter:

Al Amin

Editor:

Lukman

Rabu , 18 Juli 2018 22:03
Penlok Lahan Kereta Api Direvisi

Rapat Forum Group Discution (FGD) Perencanaan Penyelenggara Perkeretaapian Umum yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Rabu (18/7).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pada Rapat Forum Group Discution (FGD) Perencanaan Penyelenggara Perkeretaapian Umum yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Rabu (18/7), dibahas tentang keberlanjutan pemerintah membangun proyek kereta api Makassar-Parepare.

Dari rapat tersebut, aspek pembebasan lahan masih menjadi fokus diskusi. Dimana pembebasan lahan tersebut masih dinyatakan sulit untuk dieksekusi.

Sehingga memungkinkan pemerintah mengambil langkah lain, yakni melakukan revisi Penentuan Lokasi (Penlok) di wilayah Kabupaten Barru.

Dari diskusi tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahaman, mengatakan, berdasarkan laporan pihak perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) bahwa sejumlah masalah yang membuat revisi penlok dapat dilakukan.

“Salah satunya adanya sekita 600 kuburan yang harus dipindahkan, selain masih ada lahan yang masih belum jelas kepemilikannya,” kata Jufri.

Untuk itu, rencananya dalam waktu dekat pihak BPN akan menyerahkan data penloknya. (*)


div>