SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Penumpang BRT Akui Ada Pungli

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 15 Juni 2017 14:01
Penumpang BRT Akui Ada Pungli

Bus Rapid Transit (BRT) terparkir di depan Mall Panakukang Makassar. foto: rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – PT Damri akhirnya angkat bicara soal tudingan dugaan aktivitas Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan petugas operasional Bus Rapid Transit (BRT) di lapangan.

“Saya belum tahu adanya temuan dugaan pungli BRT. Kalau mereka yang menemukan kan harusnya ada bukti dokumentasi, nomor code busnya, tanggal berapa kejadian, dan di koridor berapa,” ungkap General Manager PT Damri, Ilyas Herianto diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (15/6).

Herianto meminta pihak yang menemukan indikasi pungli tersebut yakni Anti Coruption Committe (ACC) menyertakan data akurat. Hal ini agar pihaknya bisa langsung memberi sanksi petugas di lapangan.

Berdasaran penelusuran di lapangan, salah satu pengguna Bus Rapid Transit (BRT) PT Damri Makassar, Raisa Charunnisa mengakui adanya kelebihan bayar saat menggunakan jasa BRT. Selama menggunakan BRT, petugas langsung meminta tarif 5.000 untuk sekali naik.

“Iya 5.000 disuruh bayar, rata semua dimintaki seperti itu,” ujar Chaca, sapaan akrab Raisa Charunnisa.

Selain kelebihan bayar, karcis yang menjadi alat bukti pembayaran BRT, kata Chaca tidak diberikan oleh petugas. “Tidak ada kak karcis atau semacamnya, langsung saja minta 5.000 tiap orang,” kata Chaca.

Investigator ACC Sulawesi, Angga Reksa mengatakan petugas BRT tak pernah mengembalikan uang kembalian Rp500 apabila penumpang membayar menggunakan uang pecahan Rp5.000.

[NEXT-RASUL]

Sementara berdasarkan tarif sebenarnya, tiap penumpang hanya diharuskan membayar retribusi normal Rp4.500 yang sesuai dengan harga yang ditetapkan dari pihak PT Damri.

“Itu berdasarkan bukti nyata kalau dari harga Rp4.500 perorang saat membayar pakai uang Rp5.000 tidak pernah dikembalikan Rp500-nya dari kondektur. Jadi kalau Rp500 dikalikan dengan jumlah penumpang perharinya, coba dibayangkan,” ucap Angga. (***)


div>