SELASA , 16 OKTOBER 2018

Penunjukan Langsung, Merujuk Pada Kinerja Figur

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 23 Mei 2017 10:14
Penunjukan Langsung, Merujuk Pada Kinerja Figur

ASEP/RAKYATSULSEL/C DEKLARASI NH. Deklarasi Nurdin Halid sebagai bakal calon Gubernur Sulsel 2018 usungan Golkar, di Hotel Aryaduta Makassar, beberapa waktu lalu.

BERAGAM cara dilakukan Partai Politik (Parpol) dalam menentukan usungan pada Pilkada serentak tahun 2018 mendatang. Mulai dari Pemilu Raya (Pemira), pendaftaran terbuka, jemput bola hingga penunjukan langsung.

Untuk penunjukan langsung, sistem ini masih dipertahankan Partai Golkar, PAN, NasDem dan PPP.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Media PPP Makassar, Rahman Hasanuddin mengakui, bahwa sistem penunjukan langsung yang sedang diterapkan oleh PPP Makassar belum sepenuhnya final. Namun, terlebih dahulu akan disampaikan ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebagai bahan pertimbangan. Apakah nantinya itu akan tetap berlaku atau tidak.

“Itu memang permintaan DPC PPP Makassar, nanti Pak Ketua DPW (Aras) yang akan sampaikan di Rapimnas di Jakarta nantinya. Apakah DPP setujui atau  tidak. Nanti DPP yang pertimbangkan,” ungkapnya, Senin (22/5).

Diketahui, DPC PPP Makassar telah menjatuhkan pilihannya ke incumbent, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto sebagai kandidat bakal calon Wali Kota Makassar usungan PPP.

“Intinya, DPC PPP Makassar sudah mengusulkan Danny sebagai calon Wali Kota Makassar ke DPW PPP Sulsel untuk di bawah ke Rapimnas 23-24 Mei 2017 di Jakarta,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Rahman, apapun yang menjadi keputusan DPP, PPP Makassar akan tunduk akan hal itu. Bahkan, untuk membuka tahap penjaringan sekalipun. “Dan apapun keputusan DPP, DPC PPP Kota Makassar akan tunduk dan patuh pada keputusan itu,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Makassar, Busranuddin Baso Tika mengatakan, sistem penunjukan langsung merujuk pada kinerja dari bakal calon yang akan di usung. Dimana, ia menilai, tanpa ada penjaringan sekalipun, sudah dapat dilihat siapa figur yang berkompeten dan dapat terpilih nantinya.

[NEXT-RASUL]

Bahkan beberapa waktu lalu, dia mengatakan, pihaknya telah menutup ruang dengan figur lain yang akan bertarung di Pilkada Makassar mendatang. BBT–sapaan akrab Busranuddin Baso Tika menambahkan, pihkanya tidak akan membuka penjaringan dan akan langsung mendaulat figur yang berkompeten tersebut.

“Kita tidak buka penjaringan, kita hanya langsung mengusung figur yang kita nilai memiliki integritas yang baik untuk menang,” ungkapnya.

Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) menuturkan, hingga saat ini pihaknya sudah membuka  penjaringan bakal calon kepala daerah di sejumlah daerah di Sulsel. “Sebagian sudah kita buka pendaftaran,” ujarnya.

Dari 12 daerah yang menggelar pilkada, ada sejumlah daerah yang dilakukan penunjukan langsung. Misalnya Makassar dan Pinrang. “Untuk Makassar ada Andi Rachmatika Dewi (Cicu). Sementara di Pinrang ada Sekprov Sulsel, Abdul Latif. Terkait Pilgub, pihaknya masih menunggu instruksi DPP,” jelasnya.

Untuk PAN, diketahui hampir pasti mengusung Ichsan Yasin Limpo (IYL). Mantan Bupati Gowa dua periode tersebut telah mendapat dukungan dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Sementara Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Sulsel Kadir Halid mengatakan saat ini sudah ada empat calon Bupati/Wali Kota usungan Golkar di Pilkada Serentak yang digelar di 12 kabupaten/kota Sulawesi Selatan.

[NEXT-RASUL]

Empat calon bupati/wali kota yang sudah pasti diusung Golkar itu adalah mereka yang menjabat ketua Golkar dan incumbent Pilkada di masing-masing daerah.

Seperti Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, Bupati Bone, Andi Fashar Padjalangi, dan Bupati Enrekang Muslimin Bando.

Menurutnya, dalam Rakernis yang diperluas di Wajo pada 13 Februari 2017 lalu, menetapkan bahwa bila Ketua Golkar dan petahana saat maju di Pilkada maka akan menjadi prioritas usungan. (D)


Tag
  • pilkada 2018
  •  
    div>