SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Peradi Komitmen Bantu Entaskan Kemiskinan

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 12 Desember 2017 06:00
Peradi Komitmen Bantu Entaskan Kemiskinan

Ketua Umum DPN Peradi, Dr. H Fauzie Yusuf Hasibuan, SH, MH saat menghadiri dalam Rakernas Peradi di Royal Ambarrukmo, Kraton Jogjakarta, Senin (11/12).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) berkomitmen untuk membantu mengentaskan kemiskinan. Upaya ini dilakukan dengan cara membantu pelayanan hukum bagi rakyat miskin. Hal ini akan ditekankan dalam Rakernas Peradi di Royal Ambarrukmo, Kraton Jogjakarta, Senin (11/12).

Ketua Umum DPN Peradi, Dr. H Fauzie Yusuf Hasibuan, SH, MH mengatakan, profesi advokat sama dengan profesi penegak hukum lainnya yakni untuk memperjuangkan hak dan keadilan bagi masyarakat.

Sebagai unsur penegak hukum, kata Fauzie, advokat ingin mengambil peran untuk mengentaskan kemiskinan. “Kami ingin menjalankan tugas fungsional dengan memberikan bantuan hukum kepada rakyat miskin secara cuma-cuma. Hal ini merupakan upaya kami melakukan pendekatan ke rakyat miskin,” jelas Fauzie dalam pembukaan Rakernas Peradi.

Fauzie menerangkan, diskusi Bantuan Hukum Pro Bono akan dibahas selama Rakernas mendatang. Bahkan pelayanan yang dilakukan Peradi ini bisa diakses rakyat miskin dari Sabang sampai Merauke.

“Untuk jumlah kasus yang ditangani belum bisa dihitung karena sangat banyak. Melalui Bantuan Hukum Pro Bono ini kami juga ingin masyarakat menjadi melek hukum,” ungkap Fauzie.

Fauzie menekankan, Bantuan Hukum Pro Bono ini tidak hanya menangani dari kasus ke kasus. Tapi juga mengedukasi masyarakat tidak tahu hukum menjadi tahu hukum. Sehingga mendorong masyarakat agar secara mandiri bisa mengentaskan diri dari kemiskinan.

Selama ini Peradi juga tegas menindak advokat yang melanggar kode etik dan disidangkan hingga ke Dewan Kehormatan. “Sejauh ini kami sudah mengeksekusi sekitar 130 advokat yang melanggar kode etik. Bahkan kami berupaya agar penegak hukum lainnya seperti MA dan kejaksaan agar tidak melibatkan advokat yang tengah dieksekusi Peradi,” ungkapnya.

Ketua Organizing Committee (OC) Rakernas Peradi, Zaenal Marzuki menambahkan, saat ini Peradi sudah memiliki 102 cabang dan akan bertambah lagi 52 di seluruh Indonesia. Melalui Rakernas ini, lanjut Zaenal, juga mengajak advokat muda agar menjalankan profesi dengan berbudaya dan beretika tinggi.

“Kami harap melalui Rakernas di Yogyakarta ini bisa membawa budaya taat hukum, bukan hanya bagi advokat tapi juga masyarakat. Serta bisa menghasilkan rekomendasi yang baik untuk advokat, masyarakat dan bangsa,” ujar Zaenal.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Peradi juga menyerahkan bantuan ke korban bencana alam di Jlagran dan Gunungkidul. Para anggota Peradi terjun langsung untuk menyerahkan bantuan dan menyapa masyarakat yang ada di Jlagran, Jogyakarta. (*)


Tag
  • Peradi
  •  
    div>