JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Perawat di Sinjai Minta Jaminan BPJS Kesehatan Ditanggung Pemda

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 14 September 2017 20:10
Perawat di Sinjai Minta Jaminan BPJS Kesehatan Ditanggung Pemda

ILUSTRASI

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Kesehatan Sinjai mengumpulkan ratusan perawat yang bertugas di 16 Puskesmas untuk mengikuti sosialisasi terkait bahaya Pungutan Liar (pungli), yang dilaksanakan selama 2 hari bertempat di Gedung Wisma Hawai, Rabu – Kamis (13-14 September 2017).

Dalam pertemuan tersebut Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sinjai, kembali meminta perhatian pemerintah daerah (Pemda) Sinjai untuk merangkul seluruh tenaga sukarela keperawatan agar diberikan jaminan kesehatan dalam hal ini Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

“Kami minta pemda perhatikan nasib tenaga perawat, dalam hal ini adalah jaminan kesehatan. Kasihan ketika perawat kami yang kesehariannya melayani (merawat) pasien tapi pas perawat yang sakit malah pusing memikirkan biaya kesehatannya karena mereka tidak memiliki kartu BPJS,” kata Sekretaris PPNI Sinjai, Syamsul Ahmad, Kamis (13/09).

Menurut Syamsul, ini bukan pertama kali PPNI Sinjai mengusulkan akan adanya jaminan kesehatan ini untuk tenaga kesehatan perawat. Hal ini kata dia diusulkan karena tenaga sukarela perawat memang tidak mampu membayar premi BPJS mandiri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Dr Suryanto Asapa yang ditemui, mengaku telah melaporkan usulan ini ke pihak pemda. Namun yang disayangkan adanya regulasi dari BPJS yang membuat hal tersebut kembali terbentur ditengah jalan.

“Itu sudah diupayakan, tinggal bagaimana pemerintah melihat kondisi ini, bahkan saya sudah sampaikan ke DPRD dan waktu itu mendukung. Namun lagi-lagi regulasinya BPJS karena yang ditanggung BPJS hanya tenaga kontrak bukan tenaga sukarela,” katanya.


div>