RABU , 18 JULI 2018

Perburuan Fasum Fasos Kembali Mandek, Dewan Bakal Panggil Tim Terpadu

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Kamis , 05 Juli 2018 11:18
Perburuan Fasum Fasos Kembali Mandek, Dewan Bakal Panggil Tim Terpadu

Sekretaris DPC Demokrat Kota Makassar, Abdi Asmara

* Setahun Bekerja, Baru Dua Yang Berhasil di Verifikasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menagih progres tim terpadu pencarian Fasum/Fasus Kota Makassar. Hal ini lantaran, sejak satu tahun terakhir bekerja, hingga saat ini belum melaporkan hasil progres, baik ke Pemerintah Kota maupun ke DPRD Makassar.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar, Abd Wahab Tahir, yang mengaku akan segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Ketua Tim Terpadu, yang juga adalah Inspektur Inspektorat Kota Makassar, Zaenal Tahir, untuk segera mempersentasikan progres dan hasil temuannya selama tim tersebut dibentuk.

“Tim Terpadu Pencarian Fasum Fasos itu seharusnya intens menyampaikan hasil temuan-temuan terkait pekerjaannya ke Wali Kota Makassar. Apalagi Tim Terpadu dibentuk oleh pemerintah kota, jadi mereka bertanggungjawab langsung ke Wali Kota,” katanya, saat dikonfirmasi Rabu (4/7) kemarin.

Menurutnya, selain menyampaikan laporan terbaru terkait temuan, tim terpadu ini juga segera menyampaikannya ke Panitia Khusus (Pansus) Fasum Fasos di DPRD Kota Makassa, karena sedari awal sudah bekerja terhadap perburuan ratusam aset Pemkot tersebut.

“Kita berharap laporan itu juga sampai ke Pansus DPRD. Karena Pansus di DPRD itu belum dimatikan, belum selesai. Seharusnya, Inspektorat kalau punya kendala harus dilaporkan juga ke kita (DPRD) dan pak Wali Kota sebagai penanggung jawab,” tambahnya.

Karena itu, Wahab Tahir yang juga Ketua Pansus Pencarian Fasum/Fasos di DPRD Makassar ini menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang tim terpadu untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), sekaligus akan meminta tim terpadu untuk melaporkan hasil temuannya di lapangan.
“Makanya kita akan panggil, kita akan undang dalam waktu yang tidak lama lagi. Agar melapor ke kita. Ada apa sih sebenarnya? Sudah setahun berjalan dengan beban pekerjaan yang begitu banyak, tidak ada laporan sama sekali. Harus ada progres,” tandasnya.

Diketahui, upaya pengejaran 491 fasum) dan fasos milik Pemkot Makassar kembali ditunda oleh ketua Tim Fasos dan Fasos, Zainal Ibrahim.

Sementara, Ketua Tim Terpadu, Zainal Ibrahim, enggan untuk berkomentar banyak soal progres pengejaran fasum fasos milik Pemkot Makassar tersebut. Pihaknya berdalih akan mengadakan rapat internal dulu.

“Kita baru mau rapatkan kembali. Tenang-tenangpi situasi dulu,” singkat Zainal, Senin (2/7).
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, juga mengakui jika ada oknum pejabat yang ditengarai menguasai aset Pemkot tersebut, namun pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum yang berlaku.

“Saya lihat penegak hukum sudah konsen dengan itu, kita tidak boleh menduga-duga orang, tapi laporannya ada seperti itu. Kita serahkan saja ke proses hukum yang ada,” kata Danny Pomanto.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota serius dalam pengejaran 491 aset pemkot tersebut, dengan membentuk tim pengejaran fasum dan fasos.

“Inikan aset Pemkot, jangan sampai jatuh ke pihak lain. Makanya kita sudah bentuk tim untuk kejar itu, biarkan tim bekerja bertanggungjawab atas tugasnya,” lanjutnya.
Informasi yang dihimpun, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih melakukan pengkajian ulang regulasi (Perwali) tentang fasum dan fasos. Lantaran penyerahan dan pencarian fasum dan fasos kerap terkendala pada tata cara pelaksanaan penyerahan aset milik Pemkot tersebut.
Diharapkan dengan adanya pengkajian ulang Perwali yang akan dibuat dan direvisi ini bisa mempercepat pendataan dan pengambilalihan aset fasum dan fasos yang ada. Utamanya aset yang mudah dicari terlebih dahulu seperti pengembang yang sudah tidak ada.

Sejauh ini dari 491 aset Pemkot baru dua aset yang telah diverifikasi yang berada di kecamatan Rappocini dan kawasan BTP. Kendati demikian ketua tim fasum dan fasos belum bisa membeberkan hasil verifikasi. (*)


div>