SABTU , 20 OKTOBER 2018

Perburuan Fasum-Fasos Mulai “Loyo”

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 20 Februari 2018 10:00
Perburuan Fasum-Fasos Mulai “Loyo”

Penampakan puluhan bangunan ruko yang ada di Kecamatan manggala. Lahan tersebut juga dinilai sebagai fasum fasos Pemkot Makassar (ist)

* Empat Berkas di BPN Tak Ada Progres

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perburuan 491 Aset Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih jalan di tempat. Verifikasi empat berkas fasum-fasos di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar belum ada jawaban.

Kepala Bidang Aset BPKA Makassar, Iswadi Padasi mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui apa perkembangan perburuan fasum fasos. Pasalnya dirinya bersama anggota tim tidak bisa berbuat banyak lantaran masih menunggu petunjuk dari Ketua Tim Fasum dan Fasos.

“Empat berkas itu yang di BPN belum ada ke kita, untuk tindak lanjutnya tunggu perintah Pak Ketua Tim,” ujar Iswadi Padasi, Senin (19/2).

Ia mengatakan bahwa dirinya hanya sebatas membuat surat mengenai verifikasi kepada BPN Makassar dengan berdasarkan petunjuk dari Ketua Tim Fasum dan Fasos.

Sebelumnya, Ketua Tim Terpadu Pengusutan 491 Fasum dan Fasos, Zainal Ibrahim mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui seperti apa informasi terakhir pasca pemberian empat berkas ke BPN Kota Makassar.

“Janganmi dulu, pending dulu itu, karena banyak yang mau dibahas yang lain,” kilah Zainal Ibrahim.

Kepala Inspektorat Kota Makassar ini mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti pasalnya untuk urusan tersebut sudah ada bagian tersendiri yang menangani. “Empat berkas yang di BPN belum saya terima juga, karena bukan di saya,” kilah Zainal Ibrahim.

Terpisah, Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi mendesak pihak kejaksaan untuk menindak lanjuti pengusutan Fasum dan Fasos aset milik pemerintah Kota Makassar.

“Kita desak pihak kejaksaan untuk menindak, apalagi sudah ada berkas karena tugas kejaksaan itu melakukan atas penyidikan, tidak perlu menunggu semua berkas baru bertindak,” ucap Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun.

Ia mengatakan, ada banyak aset milik Pemkot yang masih dikuasai oknum tertentu.
“Inikan seperti benang kusut, kejaksaan harus turun secepatnya untuk mengurai ini dan mencari tahu siapa dibalik dalang fasum dan fasos,” kata Kadir. (*)


div>