JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

PerDIK Bahas Pendidikan Bagi Difabel

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 17 April 2017 10:50
PerDIK Bahas Pendidikan Bagi Difabel

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) menggelar diskusi di sekertariat PerDIK, Jl Raya Pendidikan, Makassar, Sabtu (15/4). Diskusi ini melibatkan Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sulsel dan dihadiri sejumlah mahasiswa dan pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar.

Kasus korban pemerkosaan seorang gadis berkebutuhan khusus atau difabel Tuli oleh Baco Ahmad alias Amat (58) di areal Pasar Terong, 8 Januari 2016 lalu menjadi pembahasan.

Gerkatin Sulsel yang berupaya mendampingi korban kewelahan. Sebab si gadis tidak pernah mengeyam pendidikan, terutama Sekolah Luar Biasa (SLB) hingga terjadi kesenjangan komunikasi ketika diminta menjelaskan peristiwa itu. Anak ini tidak bisa menggunakan bahasa isyarat, umumnya difabel tuli atau bisu.

“Kita juga bingung harus melakukan sesuatu karena anak itu hanya bisa memberi isyarat ‘iya’ dan ‘tidak’,” kata Ketua Gerkatin Sulsel Hajjaa Ramla diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (17/4).

Sehingga, menurutnya, pendidikan sangat penting bagi difabel, namun sisi lain aksesibilitas pendidikan bagi difabel Tuli sangat jauh dari harapan.
Direktur PerDIK, Abdul Rahman mengatakan, diskusi seperti ini harus rutin dilaksanakan agar masyarakat dapat banyak mengetahui informasi terkait difabel.

“Insya Allah, tiap bulan, PerDIK akan rutin melakukan diskusi publik yang akan membahas seputar dunia ke-difabilitasan,” tutupnya. (***)


div>