Sabtu, 24 Juni 2017

*Jajaki Peluang Maju di Pilkada Serentak 2018

Perempuan Bisa Tonji

Jumat , 21 April 2017 09:57
Penulis : SURYADI MASWATU
Editor   : MUH SOPHIAN AS
MAKASSAR,RakyatSulsel.com - Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 mendatang mesti menjadi momentum strategis perempuan untuk meningkatkan peran dalam kancah politik.

Sebanyak 12 Kabupaten/kota di Sulsel akan ikut dalam Pilkada Serentak 2018 mendatang. Kaukus Perempuan Parlemen Sulsel (KPP SS) menaruh perhatian besar menjelang momentum politik tersebut, agar perempuan bisa ikut berkompetisi di Pilkada.

Ketua KPP SS, Rusni Kasman mengatakan pelaksanaan pilkada 2018 mendatang, menjadi salah satu perhatian KPP SS, untuk meningkatkan peran dan kontribusi perempuan di kancah politik. Pelaksanaan Pilkada 2015 lalu, dinilai menjadi contoh bahwa perempuan bisa mendulang suara di Pilkada. Diketahui pilkada 2015, diikuti sebanyak empat calon kepala daerah yang merupakan perempuan, masing-masing Tenri Olle Yasin Limpo (Gowa), Indah Putri Indriani (Luwu Utara), Jumrana Salikki (Bulukumba), dan Christina Jeane Tandurerung (Toraja). Selain Pilkada, pelaksanaan Pileg 2019 juga menjadi salah satu perhatian KPP SS, khususnya mekanisme pemilihan yang rencananya digelar melalui proporsional terbuka terbatas. " Jadi kita siap mendorong kaum perempuan di Sulsel untuk semakin aktif mensosialisasikan diri di tengah masyarakat, untuk memperjuangkan hak mereka melalui jalur politik. Terkait dengan sistem pelaksanaan Pileg 2019, baik itu pemilihan terbuka atau tertutup tidak menjadi masalah, sepanjang keterwakilan perempuan sebesar 30 persen tetap diakomodir," ujarnya, Kamis (20/4).

Rusni Kasman menjelaskan, KPP SS merupakan wadah seluruh perempuan anggota DPRD di Sulsel, yang memiliki struktur ogranisasi yang jelas dan sistematis, dalam rangka mendorong peningkatan kesetaraan gender di berbagai bidang. Adapun tujuan KPP adalah untuk meningkatkan proses demokrasi di Indonesia melalui pengarusutamaan gender. Sedangkan Misi organisasi perlemen ini adalah meningkatkan partisipasi perempuan dalam setiap proses pengambilan kebijakan publik. "KPP SS dilantik pada 22 April 2016 lalu, oleh Sekjen presidium nasional kaukusĀ  perempuan parlemen RI yang terdiri dari 128 orang dari 24 Kab/kota di Sulsel. Upaya yang dilakukan nanti adalah, memberikan penguatan kapasitas parlemen perempuan di bidang anggaran, pengawasan, legislasi, loby, advokasi dan komunikasi dengan media," terangnya.

Presidium Nasional kelompok profesional Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sulsel, Emah Husain menuturkan dalam momentum Pilkada di Sulsel 2018 pihaknya sangat mengapresiasi dan mendorong perempuan di Sulsel untuk maju bertarung. "Tentu momentum Pilkada serentak adalah panggung politik strategis untuk perempuan maju bertarung. KPI Sulsel sangat mendorong perempuan ikut bertarung di Pilkada," ujarnya.

Momentum pikada harus bisa dimanfaatkan untuk membuka jalan lebih lebar bagi perempuan untuk berperan secara signifikan dalam kehidupan politik.

Sejauh ini sejumlah partai politik mulai mendorong kader perempuan untuk mensosialisasikan diri maju di Pilkada 2018. Mereka diantaranya Ketua DPD NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi (Cicu), politisi asal Gerindra kota Makassar, Nunung Desniar, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Aliyah Mustika Ilham, Fatmawati Rusdi Masse. Selain itu, juga ada nama anggota DPRD Sulsel asal fraksi PKS, Sri Rahmi dan Rektor Universitas Islam Makassar, Dr. Ir. Hj. A. Majdah M. Zain serta Sekertaris DPD Partai Gerindra Sulsel, Apiaty Amin Syam.