JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Perempuan Harus Kritis, Bukan ‘Berkoar-koar’ dan Tiga R

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 26 April 2016 19:15
Perempuan Harus Kritis, Bukan ‘Berkoar-koar’ dan Tiga R

Kelompok Konstituen Sumber Harapan Kelurahan Lemoe menyampaikan permasalahan yang melilit masyarakat saat berbincang-bincang dengan aparat kelurahan dan kecamatan didampingi YLP2EM, Selasa (26/4). foto: rahmaniar/rakyatsulsel.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Nampaknya program Maju Perempuan untuk Kesejahteraan (Mampu) YLP2EM Kota Parepare makin eksis memperlihatkan kerja nyata di lapangan.

Bahkan, perempuan yang dulunya hanya tahunya tiga R (Dapur, Sumur, dan Kasur) dalam kelompok konstituen berhasil menjadi pribadi yang mandiri dan kritis dalam memperjuangkan hak kesejahteraan perempuan.

Seperti halnya dalam Kelompok Konstituen (KK) Sumber Harapan Kelurahan Lemoe yang diketuai Rosdiana, dengan mengundang pihak kelurahan dan kecamatan untuk duduk bersama dalam membahas persoalan yang tengah dialami masyarakat, khususnya perempuan di kelurahan tersebut, Selasa (26/4).

Dalam pertemuan tersebut, mencuat beberapa persoalan warga yang mendesak untuk diselesaikan, seperti kesimpangsiuran Kartu BPJS Kesehatan (KIS). “Ada warga yang dapat, ada pula yang tidak, ada juga tidak semua dapat dalam satu keluarga,” ujar Rosdiana, Ketua KK Sumber Harapan.

Selain itu, Rosdiana mengatakan, permohonan warga yang mendesak difasilitasi, seperti permintaan jamban keluarga dan umum.

Penanggung Jawab Program Mampu YLP2EM Abd Syamad Syam didampingi Koordinator Kegiatan Andi Enni mengatakan, jika pertemuan tersebut bertujuan untuk menguatkan kelompok konstituen (khususnya perempuan) untuk mengatasi persoalan perempuan dengan berpikir kritis tentang persoalan warganya.

“Bukan berkoar-koar di luar, tetapi bagaimana perempuan bisa menyuarakan aspirasinya di level kelurahan, kecamatan atau di tingkat kota,” jelas Syamad.

Sekretaris Camat Bacukiki, Saharuddin, didampingi beberapa aparat pemerintahan Kelurahan Lemoe mengapresiasi kegiatan yang dinilainya sebagai kegiatan yang positif untuk menggali permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

“Ini kegiatan yang sangat positif, hanya mungkin saya sarankan sebaiknya diundang juga leading sektornya sehingga semua permasalahan masyarakat bisa langsung ditindaklanjuti,” ujar Sahar, sapaan mantan Lurah Watang Bacukiki ini.

Menanggapi usulan Sekretaris Camat, Ketua KK Sumber Harapan Rosdiana mengemukakan, akan meranking kebutuhan masyarakat yang dianggap mendesak lalu mengundang pihak terkait untuk menemukan solusi atas permasalahan warga.

“Masih ada tindak lanjutnya nanti Pak, setelah ini kami rengkin dulu apa yang prioritas lalu mengundang instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” jelas Rosdiana. (***)


Tag
div>