MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Perempuan Indonesia, Berani Berubah, Berani Bersuara

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 08 Maret 2017 11:21
Perempuan Indonesia, Berani Berubah, Berani Bersuara

int

Tanggal 8 Maret Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan sebagai Hari Perempuan Internasional, penetapan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap keberhasilan kaum perempuan di berbagai bidang Sosial, Ekonomi dan Politik. Salah satu keberhasilan Perjuangan Perempuan kala itu adalah kebangkitan gerakan perempuan untuk mengorganisir diri untuk memperjuangkan hak-haknya, bangkit dan sadar akan pentingnya membangun organisasi untuk terus bergerak.

Peringatan Hari Perempuan pada 8 Maret, lebih awal di peringati di negara Amerika Serikat, Rusia dan beberapa Negara lainnya, yang menjadi tonggak kekuatan munculnya kesadaran perempuan, meskipun kebangkitan Perempuan telah diakui akan tetapi persoalan yang dialami perempuan juga makin beragam, saat itu kondisi perempuan yang masih mengalami diskriminasi, pelecehan  serta menjadi  orang yang terSubordinat, persoalan inilah yang memunculkan solidaritas perempuan di seluruh dunia, sehinggan Hari Perempuan Internasional menjadi milik semua Perempuan di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Banyak cara yang dilakukan oleh para aktivis perempuan dalam memperingati Hari Perempuan Internasional, sebagai upaya untuk melakukan kajian ulang terhadap pencapaian keberhasilan perempuan dari masa ke masa.

Tahun ini, tema khusus hari Perempuan Internasioal oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengangkat tagline “BE BOLD FOR CHANGE” (BERANI UNTUK BERUBAH). Banyak kondisi yang membuat perempuan tak berdaya dan boleh dikata selalu saja memilih untuk diam tanpa bersuara. Diam itu emas salah satu pendapat yang sering menjadi pilihan perempuan dalam menghadapi persoalan, lihat saja dalam kasus-kasus kekerasan yang dialami perempuan entah itu kekerasa fisik, psikis dan bahkan kekerasan seksual perempuan lebih banyak berdiam diri, dari pada harus bersuara. Diam adalah cara perempuan untuk menyelamatkan rumpun keluarga, hal ini menjadi pilihan yang seharusnya tidak dilakukan oleh perempuan.

Berdiam tanpa bersuara! apakah pilihan tersebut akan memberi perubahan bagi kehidupan perempuan sesuai yang menjadi refleksi gerakan perempuan? bagi penulis bukan disini kekuatan perempuan, kekuatan perempuan Indonesai harus disuarakan, perempuan Indonesai kuat, jika semua elemen bersatu dalam sebuah gerakan yang membawa pada perubahan yang menjadi harapan bersama para perempuan.

Seperti yang dilakukan oleh SERUNI (Seruan Perempuan Indonesia) pada Tahun 1999 melakukan aksi bersama dengan mengusung tema “Perempuan Menentang Korupsi“ di Senayan Plaza yang diikuti oleh beberapa perempuan aktivis dan non aktivis yang tuntutannya antara lain menekankan bahwa korupsi yang terjadi berdampak pada tingginya kekerasan dan perampasan hak orang lain, yang mengakibatkan penderitaan dan pemiskinan.

Bergerak bersama untuk melakukan pencegahan Korupsi menjadi penting bagi Perempuan untuk disuarakan, tidak gampang meraih perubahan jika perempuan memilih untuk tidak bersuara, Perempuan harus membangun kekuatan bersama  untuk membagikan nilai-nilai antikorupsi sejak dini. Wujud keberanian untuk bersuara menjadi kekuatan perempuan, hal inilah yang dilakukan oleh gerakan SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) untuk berjuang bersama para perempuan yang berasal dari semua elemen masyarakat .

Mewujudkan lingkungan yang bersih tentulah tidak mudah, keluar dari zona nyaman dibutuhkan keberanian, langkah awal untuk berani berubah adalah memecahkan kebisuan. Semoga suara-suara perempuan yang bersatu dalam gerakan SPAK mampu menginspirasi Perempuan-Perempuan Indonesai untuk berani Berubah.

Selamat merayakan International Women’s Day  Perempuan Indonesia Berani Berubah Berani Bersuara. (*)


Tag
  • vox ema
  •  
    div>