SABTU , 23 JUNI 2018

Perempuan Tangguh Di Pemprov Sulsel (3), Suraedah Baharuddin, Penerjun Wanita Pertama dari Sipil

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 09 Maret 2018 11:00
Perempuan Tangguh Di Pemprov Sulsel (3), Suraedah Baharuddin, Penerjun Wanita Pertama dari Sipil

Sekertaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Suraedah. Foto: Al Amin/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bagi sebagian wanita, hobby atau aktivitas kesenangan yang digeluti mungkin memilih yang simpel, sederhana dan dengan tantangan yang sewajarnya. Namun, berbeda dengan hobby yang digeluti Suraedah Baharuddin.

Menjabat sebagai Sekertaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Edha, sapaan akrabnya, menggeluti olahraga menantang itu sebagai penyemangat dalam dunia kerja.

Sebelum diangkat sebagai Sekertaris Dispora Sulsel, Edha, ditempatkan di Kepala Bidang Kinerja dan Kesejahteraan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), membuat aktivitasnya terbatas dengan hobby yang terbilang keren ini.

Namun, semangatnya mengurus kinerja Pegawai Negeri Sipil diakuinya terdorong dari hobby yang ditekuni itu.

Lantas bagaimana hobby terjun payung itu menjadi penyemangatnya dalam dunia kerja abdi negara? Saat penulis melakukan interview, Edha mengaku dari hobbylah lahir kerja-kerja yang lebih fokus.

“Sebenarnya aktivitas apapun yang kita geluti tidak jauh hubungannya dari kesukaan kita terhadap suatu hal yang kita tekuni. Terjun payung itu selain mengumpulkan nyali, juga membutuhkan energi, disiplin, konsentrasi, fokus, waktu, konsisten, serta target. Semua itu ada di pekerjaan juga,” kata Edha, Rabu (8/3) kemarin.

Tidak banyak perempuan yang menekuni hobi terjun payung. Jika ada, hanya segelintir saja. Itupun biasanya dilakoni wanita angkatan udara, sebagai salah satu dari tuntutan profesi. Edha, merupakan penerjun wanita pertama dari kalangan sipil.

Selain itu, wanita dengan senyum khas ini tidak hanya melakoni terjun payung sebagai hobi, bahkan dia juga berhasil menorehkan sejarah bagi Sulsel. Entah sudah berapa ratus kali dirinya mengembangkan payung parasut di udara. Terakhir kali, saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-348 Sulsel.

Edha pun mengakui, jika terjun saat itu merupakan yang berkesan selama ini. Bagaimana tidak, ia melakukan penerjunan menggunakan baju adat, yakni baju bodo berwarna pink atau merah muda disaksikan oleh pejabat dan gubernur yang hadir.

Tentu saja, atraksi yang dipertunjukkan menimbulkan decak kagum orang-orang yang menontonnya. Terlebih lagi penerjunan dilakukan dengan sangat mulus alias happy landing, tepat di tempat yang telah ditentukan.

Dia satu-satunya penerjun perempuan yang ikut mewarnai kemeriahan HUT Sulsel. Bersama pasukan dari TNI AL dan TNI AU, Eda terjun di ketinggian 6.000 feet (kaki) dan buka payung di 4.500 feet.

Aksinya itu membuat orang nomor satu Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, ikut berdecak kagum dan bertepuk tangan. Bahkan gubernur meminta Suraedah naik ke atas panggung untuk bersalaman.

“Saya syukur bisa mengambil bagian di HUT tersebut, bisa membuat gubernur dan orang-orang tersenyum itu kebanggaan,” tuturnya.

Suraedah sendiri bukan dari anggota militer. Pengetahuan militer dia dapatkan dari organisasi kampus dan dari sang ayah yang berlatar belakang militer. Dia telah melakukan kegiatan ini sejak tahun 1992.

Menjadi penerjun payung, ilmu dan praktek dasarnya dia dapatkan sejak bergabung di Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 701 Universitas Hasanuddin. “Saya hanya pernah mengikuti pelatihan di Menwa Unhas, latihan dasar militer,” sebutnya.

Tidak hanya itu, ternyata sejumlah prestasi telah ditorehkan. Antara lain, Juara I pada Kejuaraan Nasional sekaligus Pra Kualifikasi PON Terjun Payung, kategori Ketepatan Mendarat Perorangan Putri, Tahun 2002 di Jakarta serta Juara II, Kejuaraan Nasional Terjun Payung, Ketepatan Mendarat Beregu Putri pada Kejuaraan Nasional dan Pra Kualifikasi PON Terjun Payung Tahun 2002 di Jakarta.

Kemandirian dan ketangguhannya, putri pasangan H Baharuddin (Purn. TNI AD) dan Hj. Subaedah ini memang layak diteladani dari sosok perempuan ini. Terlebih dia menjadi sosok pemberani memberikan sumbangsih di HUT ke-348 Sulsel Gemilang.

Selama menggeluti hobi terjun payung, Edha menikmati setiap momen yang dilalui. Baik saat mulai mempersiapkan penerjunan, di atas ketinggian, hingga saat mendarat.

Tercatat sejak tahun 1992 hingga saat ini, Edha sudah terjun payung sebanyak ratusan. Kendati sudah terjun beratus-ratus kali, namun dia mengaku tetap mengalami sensasi yang berbeda-beda di setiap penerjunan.

Setiap penerjunan selalu berkesan. Dia mengingat saat melakukan penerjunan pertama, parasutnya mendarat di pohon jambu monyet yang berada di Lapangan Udara Hasanuddin. Namun dia sudah siap dengan segala resiko.

Banyak pengalaman berkesan yang dialami. Salah satu ketika dia bersama tim melakukan penerjunan malam hari, saat pergantian tahun tahun 2002-2003. Bersama 35 penerjun lainnya, Edha terjun dari atas wilayah Bali sekitar pukul 00.10.

Keluar dari pesawat dalam keadaan gelap gulita. Di bawah hanya ada lampu kelap-kelip yang menandakan titik pendaratan.”Terjun malam resikonya lebih besar,” ungkapnya.

Sudah banyak wilayah udara yang dinikmati dengan parasutnya. Termasuk di luar negeri seperti Malaysia. Wanita ini tercatat sebagai atlet terjun payung Sulsel. Spesialisasinya accuracy atau ketepatan mendarat.

Sebagai penerjun payung, Eda sebenarnya bisa dengan mudah untuk mendaftar sebagai anggota TNI. Karena memiliki nilai plus sebagai penerjun payung. Namun ternyata garis hidupnya berada di jalur birokrasi. Namun, saat menjadi PNS, Eda tetap konsisten melakoni hobinya.

Dia tetap ingin memperlihatkan konsistensi jika sipil, apalagi perempuan juga bisa menggeluti hobi ekstrim itu. Malah diharapkan semakin banyak lagi orang-orang sipil yang menggelut hobi tersebut. Dan bukan hanya sebatas hobi, namun untuk meraih prestasi agar bisa mengharumkan nama daerah.

Karena dia melihat kecenderungan yang ada saat ini. Dimana prestasi atlet terjun payung Sulsel makin menurun. Alasannya, mereka butuh sarana dan prasarana yang lebih baik lagi untuk berprestasi.

Dia memimpikan, suatu saat, atlit terjun payung Sulsel kembali menorehkan prestasi, bukan hanya skala nasional namun juga internasional. (*


div>