RABU , 23 MEI 2018

Peretas Telkomsel Dinilai Suarakan Konsumen Telekomunikasi

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Minggu , 30 April 2017 15:41
Peretas Telkomsel Dinilai Suarakan Konsumen Telekomunikasi

int

RAKYATSULSEL.COM — Laman resmi operator telekomunikasi nasional Telkomsel tumbang, setelah diretas oleh hacker anonymous.

Website operator yang sahamnya dimiliki oleh BUMN dan Singtel itu diganti dengan tulisan protes dan caci-maki mahalnya harga internet provider tersebut.

Aksi ini selain mengundang simpati netizen juga membuat sejumlah aktivis di daerah bersuara. Mereka meminta operator telekomunikasi untuk berbenah diri dan tidak mengutamakan keuntungan semata, apalagi seperti operator yang sahamnya dikuasai oleh perusahaan negara.

“Kami rasa ini momen untuk berbenah ya, baik di sisi keamanan maupun juga penerapan tarif ke pelanggan sehingga tidak perlu terjadi lagi di masa depan,” ujar pengamat telekomunikasi STMIK Handayani Makassar, Kamaruddin dalam keterangan resminya kepada wartawan, Minggu (30/4).

Protes itu mewakili suara masyarakat yang terpendam akan mahalnya layanan operator yang bersangkutan. Dengan status sebagai perusahaan negara yang bertanggung jawab memeratakan akses teknologi informasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, tentu sudah wajar jika Telkomsel dituntut memberikan lebih baik dari yang lain.

“Mestinya ini jadi bahan introspeksi bagaimana memberikan tarif yang terjangkau bagi pelanggan. Tugas negara menyediakan akses internet dengan tarif terjangkau bagi masyarakat, apalagi dengan visi pemerintah di bidang TI pada 2020 nanti,” tegasnya.

Dijelaskan, saat ini masih terjadi ketimpangan akses data di Indonesia Timur. Seperti di Makassar dan di luar jawa yang terbatas dan hanya dikuasai operator dominan. Selain tarif internet yang mahal, juga minimnya layanan lain sehingga konsumen harus menerima apa yang ada bagaimanapun kondisinya.

“Dari kejadian ini operator dan regulator harus berkaca bahwa masih ada masalah di sini yang harus diselesaikan bersama,” sambungnya.

Di sisi lain, ia menilai Telkomsel selaku penyedia jasa internet harus berbenah,  terutama menyangkut keamanan aplikasinya. Pemerintah pun mestinya memberikan perhatian agar masyarakat di luar Jawa bisa merasakan hal yang sama dari sisi layanan data.

Seperti diketahui situs resmi Telkomsel dikerjai peretas Jumat (278/4) lalu. sang peretas itu memprotes harga paket data Telkomsel yang dianggap terlalu mahal. Deskripsinya pun berisi kata-kata kasar yang mengeluhkan soal itu.

“Pegimane bangsa Endonesia mau maju kalo internet aja mahal,” begitu salah satu bunyinya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah berkilah paket internet Telkomsel dibuat untuk memenuhi banyak kebutuhan pelanggan.

“Harga bisa dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia termasuk yang murah, kalau tidak salah termurah nomor tiga di dunia,” ujarnya.

Telkomsel menawarkan tarif dengan harga terjangkau, tetapi tidak terlalu murah juga. “Karena kalau terlalu murah nggak baik buat masyarakat juga,” ujarnya.[wid/rmol]


Tag
div>