SELASA , 16 OKTOBER 2018

Perhimpunan Arsitek Akan Gelar Seminar Bahaya Gempa

Reporter:

Suryadi

Editor:

Lukman

Minggu , 11 Maret 2018 06:00
Perhimpunan Arsitek Akan Gelar Seminar Bahaya Gempa

Eng. Ardy Arsyad

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Marak terjadi gempa bumi di berbagai daerah di Indonesia, Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia Sulsel, (HATTI) bersama Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PU-PR Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) bakal menggelar Seminar Nasional di Hotel Four Points Makasssar, Senin12 Maret 2018.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar, Eng. Ardy Arsyad mengungkapkan kegiatan tersebut sebagai bentuk sosial dari hasil temuan pemutakhiran ataupun update-an peta bahaya gempa Indonesia tahun 2017 yang telah disusun oleh tim pemutakhiran peta bahaya gempa Indonesia PuSGeN.

“Ini tidak terlepas dari isu-isu gempa yang lagi marak, latar belakang SNI 1726:2012 ini perlu diupdate adalah menyesuaikan dengan standar ASCE 7 yang sudah memiliki revisi terbarunya. Selain itu, Indonesia menjadi daerah tektonik aktif, sehingga sosialisasi mengenai up dateing peta gempa perlu di sampaikan kepada masyarakat umum, utamanya bagi pemerintah,” katanya saat di temui di Warkop Boulevard Makassar, Sabtu (10/3/2018).

Lebih lanjut, dari seminar ini kata Ardy, ada kesiapan dari pemerintah dalam mengantisipasi atau paling tidak meminailsi resiko yang akan terjadi jika suatu saat nanti terjadi gempa.

“Ini harus diketahui umum, utamanya pemerintah, kerena perencanaan menghadapi antisipasi terjadinya gempa, berdasarkan asumsi umum yang masih terlalu minim pengetahuan ataupun antisipasi kita terhadap gempa, updeting berubah semua, otomatis perencanaan bangunan tahan gempa ini mengalami perubahan,” tambahnya.

Pada seminar tersebut PUSKIM PUPR dan PuSGeN bekerja sama dengan HATTI Sulsel mengadakan Seminar Sumber Gempa dan Peta Gempa 2017, dengan menghadirkan pembicara Prof. Masyhur Irsyam, (ketua tim updating Peta Gempa Indonesia, ITB), Prof. IPriyo Suprobo, (Tim Revisi SNI 1726:2012, ITS), Lutfi Faizal (Wakil Ketua PuSGeN).

Materi yang dibawakan meliputi Peta Gempa Indonesai dan Aplikasinya untuk Perencanaan Gedung dan Infrastruktur Tahan Gempa, dan Antisipasi Dampak Perubahan Peta Gempa Indonesia pada Struktur Bangunan. Selain itu, dijelaskan pula SNI Geoteknik oleh M. Asrurifak.

Seminar ini juga mendatangkan pemateri yang akan membicarakan tentang kondisi kegempaan dan updating sesar-sesar aktif di Indonesia oleh Danny Hilman dari LIPI, juga dari Geologi Gempa Bumi Sulawesi LIPI Mudrik Daryono, dan serta hasil akan membincang hasil riset terbaru kegempaan Indonesia Endra Gunawan.

Bertindak sebagai moderator adalah Prof. Lawalenna Samang, HATTI Sulsel, Achmad Bakri Muhiddin dari HATTI Sulsel, dan Ardy Arsyad, HATTI Sulsel.

Sekadar diketahui, Seminar ini akan dihadiri tidak kurang dari 250 peserta yang menjadi bagian dari pemangku kepentingan kegempaan seperti unsur dinas terkait, konsultan, kontraktor, akademisi, peneliti dan kalangan umum. (*)


div>