SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Periksa Pejabat, Bukti Panwaslu Enrekang Mulai “Bertaring”

Reporter:

Aziz Taba

Editor:

Lukman

Jumat , 02 Februari 2018 19:30
Periksa Pejabat, Bukti Panwaslu Enrekang Mulai “Bertaring”

Lautan Massa pendukung satu satu calon Bupati dan Wakil Bupati Muslimin Bando-Asman yang memenuhi Lapangan Ablam ,Batili Enrekang, belum lama ini.

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Memasuki tahun politik 2018 ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Enrekang mulai memperlihatkan taringnya. Panwaslu telah memanggil dan memeriksa empat pimpinan SKPD terkait kehadiannya diacara pelantikan pengurus salah satu partai politik, baru-baru ini.

Keempat Aparat Sipil Negara (ASN) yang beberapa diantaranya merupakan pejabat telah diperiksa, Jumat (2/2/2018) di kantor Panwaslu yakni Kepala DP3A Sawaliah Baharuddin, Kepala BKDD Haedar, Dirut RSUD Massenrempulu dr. Yusuf, dan Staf Didukcapil Maria Bira Ari.

“Kami sudah memanggil beberapa ASN untuk dimintai keterangannya, terkait kehadirannya di acara partai politik. Dan Panwaslu masih akan memeriksa beberapa ASN lagi,” ujar Uli Nuha, Komisioner Panwaslu Enrekang Divisi SDM dan Organisasi.

Menurut Uli Nuha, ASN dilarang keras berpolitik prakstis sebagaimana tertulis dalam Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Hanya saja Panwaslu tidak berwewenang menjatuhkan sanksi, karena merupakan domain Komisi ASN jika ada terbukti melakukan pelanggaran tersebut diatas.

Dia juga meminta partisipasi aktif warga masyarakat melakukan pemantauan dan melaporkan ke Panwaslu jika melihat atau mengetahui ada pelanggaran yang dilakukan ASN atau siapapun terkait pilkada.

Sebelumnya, Panwaslu juga sudah memproses laporan salah satu partai terkait ungkapan Bupati Muslimin Bando yang dinilai menyingung pendukung kotak kosong. (*)


div>