RABU , 19 DESEMBER 2018

Peringatan HAN 2018, KerLip Imbau Untuk Perbanyak SRA dan PKA

Reporter:

Lukman

Editor:

Minggu , 22 Juli 2018 20:45
Peringatan HAN 2018, KerLip Imbau Untuk Perbanyak SRA dan PKA

Bagus Dibyo Sumantri

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini akan diwarnai dengan banyak apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA – RI) yang dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur, Senin 23 Juli 2018.

Salah satu apresiasi tersebut berupa penghargaan kepada daerah yang konsisten terhadap perlindungan anak dan mengedepankan kepentingan terbaik anak, yakni predikat Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

KPPPA juga memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang menerapkan Sekolah Ramah Anak (SRA). Penghargaan SRA ini diberikan kepada sekolah yang secara terus-menerus menciptakan lingkungan menyenangkan untuk seluruh warga sekolah, melibatkan partisipasi anak dalam program sekolah dan penerapan disiplin positif.

Koordinator Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) untuk wilayah Indonesia Timur, Bagus Dibyo Sumantri berharap sekolah penerima penghargaan sebagai Sekolah Ramah Anak terbaik tingkat nasional ini dapat menjadi motivasi untuk lebih melindungi anak-anak di sekolah dan menjadi percontohan kepada sekolah-sekolah lain di daerahnya.

“Selamat bagi penerima penghargaan SRA terbaik tingkat nasional ini, semoga menjadi motivasi dan menyebarkan SRA ke sekolah-sekolah lainnya,” ujarnya, Minggu (22/07).

Lebih lanjut, Bagus (Sapaan Akrab Bagus Dibyo Sumantri) mengatakan jika terdapat 19 satuan pendidikan se-Indonesia yang mendapatkan predikat Sekolah Ramah Anak terbaik ini, dan 4 di antaranya dari Sulawesi Selatan.

“Di tingkat nasional, ada 19 penerima predikat SRA terbaik, 4 d antaranya dari Provinsi Sulawesi Selatan, yakni SMAN 3 makassar, SMKN 1 Bantaeng, MAN 1 Soppeng dan MIN 1 Takalar,” tambahnya.

KerLiP berharap pemerintah daerah penerima penghargaan KLA mendorong percepatan sekolah di daerah untuk menerapkan Sekolah Ramah Anak dan memperbanyak Pusat Kreativitas Anak (PKA).

“Ada 2/3 waktu anak berada di luar rumah, yaitu 1/3 waktu anak ada di sekolah, 1/3 lagi ada di lingkungan masyarakat untuk bermain. Jika SRA dan PKA benar-benar disediakan baik oleh pemerintah, maka 2/3 waktu anak akan terjaga dengan aman, ini yang perlu diintervensi kepada pemangku kebijakan di daerah. 2 hal inilah yang menurut kami Kabupaten Layak Anak yang benar-benar bisa langsung berdampak pada perkembangan pada anak,” Tegasnya.

Terakhir, Bagus menghaturkan ucapan selamat Hari Anak Nasional dan berharap, dengan adanya perhatian lebih kepada anak maka akan berdampak pada kemajuan generasi muda di masa yang akan datang.

“Selamat hari anak nasional, semoga kepedulian dan perhatian kita terhadap anak ini menjadi angin segar bagi negeri kita di masa depan,” tutupnya. (*)


div>