SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Peringati 1 Muharram, Al Kalam Gelar Pameran 7000 Benda Pusaka

Reporter:

Nhera

Editor:

Iskanto

Selasa , 11 September 2018 09:00
Peringati 1 Muharram, Al Kalam Gelar Pameran 7000 Benda Pusaka

Pimpinan Al Kalam Abdul Kadir Alam (kiri) Ketua Panitia Pameran benda pusaka Alkausar Kalam (kanan) saat melaksanakan press coference di Gedung Balai Prajurit Manunggal, Jl. Jend Sudirman, Makassar, Senin (10/9).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM -Memperingati 1 Muharram 1440 Hijriah, Al Kalam menggelar Pameran Benda Pusaka terbesar dan terbanyak di Gedung Balai Prajurit Manunggal, Jalan Jend Sudirman, Makassar. Pameran ini digelar mulai 11 hingga 13 September 2018.

Sebanyak 7000 lebih benda pusaka di pamerkan yang terdiri dari keris, pedang, parang, tombak dan benda pusaka lainnya.

“Ini merupakan pameran benda pusaka yang terbesar setiap tahun diadakan dan ini sudah masuk ke 8 tahun. dan memperingati 1 Muharram telah ke 40 kalinya. Benda pusaka yang dipamerkan terdiri dari keris panjang sekitar 600, tombak sekitar 4000. Ada juga badik,  pedang, parang, tombak semuanya milik saya. Jadi pameran ini merupakan pameran tunggal Al kalam untuk memperingati 1 Muharram,” kata Pimpinan Al Kalam Abdul Kadir Alam, Senin (10/9).

Pameran tersebut digelar bertujuan selain memperingati tahun kemenangan umat muslim, juga memberikan kesempatan  masyakarat mengetahui bahwa benda milik nenek moyang masih tersimpan rapi di Al Kalam yang memiliki nilai sejarah.

Di sisi lain, lanjut dia, juga memberikan pemahaman bahwa benda pusaka itu harus dilihat sebagai benda dan hasil karya budaya masyarakat Sulsel, bukan lagi sebagai benda bertuah yang dapat menggiring pada kemusyrikan.

“Saya mengumpulkan benda-benda pusaka tersebut sejak puluhan tahun yang lalu. Pusaka tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan ada dari luar Negeri,” tambahnya.

Salah satu benda pusaka yang memiliki nilai sejarah yakni peti pusaka kerajaan milik Sultan Hasanuddin. didalamnya berisi 32 keris. Dua diantaranya bergagang perak Sultan Hasanuddin dengan lekuk 3 dan tongkat kurisi yang dihiasi aksara lontara bertuliskan ‘Somba Ri Gowa, Mangakau Ri Bone, Payung Ri Luwu.

“Tujuan pameran ini adalah untuk memperkenalkan benda-benda pusaka yang berkaitan dengan sejarah dan budaya bangsa.
Selain itu,  untuk menjaga kelestarian benda-benda pusaka yang berumur puluhan hingga 700-an tahun tersebut,” tambah Alkausar Kalam selaku ketua panitia kegiatan tersebut. (*)


div>