KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Peringati Hari Bela Negara, TP: Bela Negara Bukan Hanya dengan Senjata Tapi Ini

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 21 Desember 2017 16:12
Peringati Hari Bela Negara, TP: Bela Negara Bukan Hanya dengan Senjata Tapi Ini

int

PAREPARE, RAKSUL.COM-Dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke 69 tahun 2017, Pemerintah Kota Parepare menggelar Upacara Bendera di halaman kantor Sekertariat Daerah Kota Parepare, Jalan Jendral Sudirman, Kamis (‎21/12/2017).

Setelah pembacaan teks pancasila dan pembukaan UUD 45, Wali Kota Parepare yang bertindak sebagai Inspektur Upcara membacakan amanat Presiden Joko Widodo.

Amanat nasional yang dibacakan secara serentak di Indonesia ini, Jokowidodo mengajak semua seluruh rakyat Indonesia untuk senantiasa belajar dari sejarah perjuangan bangsa. Sejarah mencatat, bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat karena berkorbannya semangat bela negara dari seluruh rakyat.

Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa membela negara bukan hanya dapat dilakukan dengan kekuatan senjata.

“Namun, ‎membela negara juga dapat dilakukan dalam bentuk pengabdian di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya, lingkungan dan lainya. Oleh karena itulah momentum peringatan hari bela negara kali ini, bapak Presiden mengajak seluruh rakyat untuk melakukan aksi nyata dalam membela negara,”terang Taufan Pawe.

Taufan Pawe, pun mengingatkan bahwa sekarang ini tantangan terhadap keutuhan dan kedaulatan negara maupun keselamatan bangsa ‎tidak lagi bersifat tradisional atau ancaman militer.

“Melainkan sudah bersifat multi dimensi dan berada di setiap lini kehidupan. Maka itu, bentuk aktualisasi kecintaan terhadap tanah air dan nasionalisme kita tentu jauh berbeda dengan era perjuangan para pendahulu kita,”kata Walikota bergelar doktor Hukum ini.

Selain itu, kata Ketua DPD II Golkar Parepare tersebut, banyak tantangan yang dihadapi saat ini, semakin lama semakin kompleks. Kemudahan dan kecangihan akses digitalisasi internal telah mengubah lanskap politik, ekonomi, dan sosial budaya.

“Sehingga kita harus waspada dari upaya-upaya memecah bangsa, melawan uapaya pihak yang ingin memecah belah NKRI,”katanya.

Sebagai calon pemimpin bangsa, kata Taufan Pawe, generasi muda dimasa mendatang harus cinta tanah air, menjaga NKRI dan menjadi yang terbaik dibidangnya masing-masing.

“Jadi, di manapun kita berada, apapun profesi kita, semua punya hak dan kewajiban serta kesempatan untuk membela negara,”tutup Taufan Pawe. ‎(nia)


div>