SENIN , 22 OKTOBER 2018

Peringati Hari Jadi Pangkep, Mahasiswa Unhas Gelar Dialog Bahas Gafatar

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 09 Februari 2016 16:31

CITIZEN REPORTER – Sebagai bentuk kepedulian dalam menyikapi berbagai masalah yang ada di kabupaten Pangkep. Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pangkep Universitas Hasanuddin (IPPMP-UNHAS), menggelar kegiatan temu masyarakat Pangkep atau Tempah jilid II yang dilaksanakan dalam memperingati hari jadi Kab.Pangkep yang ke 56. Kegiatan tersebut dibungkus dalam dialog agama bertajuk “Bahaya Aliran sesat menggerogoti Daerah”.

Kegiatan ini berlangsung di aula Kampus STAI DDI Pangkep, Selasa (9/2). Kegiatan ini dibuka oleh AKP HM Yunus selaku Kasat Binmas Polres Kab Pangkajene Kepulauan.

Dalam sambutannya, M Yunus menilai bahwa kegiatan dan sosialisasi seperti ini patut diapresiasi, mengingat momen dan peristiwa maraknya aliran sesat yang beredar akhir-akhir ini telah membuat khawatir dan resah warga masyarakat di kabupaten Pangkep.

Sementara Ketua Badan Eksekutif IPPMP-Unhas mengatakan, dialog ini tidak lain merupakan kegiatan yg bertujuan untuk memberikan gambaran pemahaman umum terkait ajaran Islam yang sesungguhnya, dengan tujuan supaya masyarakat tidak mudah untuk ikut-ikutan alias bertaklid buta.

Hadir sebagai pembicara pada dialog ini, Ketua Majelis Ulama Pangkep, Drs KH Waqi Murtala MM dan Rektor Sekolah tinggi Agama Islam (STAI DDI) Pangkep, Drs KH Hasbuddin Kalik Lc MH.

Dalam dialog tersebut, ketua MUI Pangkep Drs KH Waqi Murtala mengatakan bahwa masyarakat patut waspada dengan bermunculannnya ajaran sesat seperti Gafatar, dengan gaya dan wajah barunya. Waqi menambahkan bahwa masyarakat Pangkep sesungguhnya adalah masyarakat cerdas dan religius yang tidak mudah menerima ajaran ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran syariat.

Sementara itu KH Hasbuddin Khalik Lc dalam paparannya, mengatakan bahwa Gafatar awalnya berdiri sebagai sebuah organisasi yang berkedok gerakan sosial. Maka dari itu, masyarakat patut waspada, dan harus lebih cermat dalam melihat kelompok-kelompok atau organisasi tertentu.

“Apalagi mengikuti sebuah ajaran baru, masyarakat harus lah bertabayyun. Kembalikan semuanya kepada Alquran dan sunnah Nabi. Ikutilah ajaran yang umum,yang sesuai sunnah yang dicontohkan oleh nabi dan para ulama kita,” pungkas Hasbuddin.

Penulis: Sulaeman (Mahasiswa Sospol Unhas)


div>