RABU , 19 DESEMBER 2018

Peringati Hari Kartini, Wanita Inspiratif Ini Berbagi Tips di Trans Studio

Reporter:

Lukman

Editor:

Senin , 23 April 2018 23:00
Peringati Hari Kartini, Wanita Inspiratif Ini Berbagi Tips di Trans Studio

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu (kanan) dan Direktur 3Pro Management Icha AZ Lili (kiri) saat menjadi pembicara dalam Seminar Woman and Leadership, di Trans Stusio Theme Park, Makassar, Senin (23/4).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Trans Studio Theme Park Makassar dalam rangka memperingati Hari Kartini menghadirkan dua wanita inspiratif yang telah memberikan kontribusi dan menjadi teladan bagi perempuan di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam Seminar Woman and Leadership.

Kedua perempuan ini yakni Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, dan Direktur 3Pro Management Icha AZ Lili.

Publik Relation Trans Studio Theme Park Makassar, Rizky Maulidiana mengatakan, kedua narasumber ini sama-sama seorang pemimpin. Dalam talkshow ini peserta yang hadir bisa melihat kepemimpinan seorang perempuan dari sisi yang berbeda yakni dari segi akademik dan entrepreneur.

“Dalam acara ini para narasumber ini berbagi tips bagaimana menjadi seorang wanita bisa memimpin. Seperti Prof Dr Dwia Aries Tina merupakan Rektor pertama di Unhas dia bercerita tentang kapasitas perempuan dalam memimpin. dan Direktur 3Pro Management Icha AZ Lili seorang entrepreneur yang sukses, baru-baru ini dalam gelaran FEMME dia berhasil mengumpulkan transaksi mencapai Rp39 Miliar,” ungkapnya, Senin (23/4).

Sekitar 300 peserta yang hadir dari berbagai kalangan, selain mendapatkan ilmu, sertifikat, setelah selesai kegiatan mereka bisa bermain sepuasnya di semua wahana di Themepark.

“Trans Studio Themepark ikut memperingati hari kartini, kami ingin berbagi inspirasi dengan sosok perempuan yang menjadi narsumber, mengenal mereka lebih dekat semoga bisa menginpirasi banyak orang,” bebernya.

Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina banyak bercerita tentang kapasitas perempuan, bahwa untuk menjadi seorang pemimpin itu bukan karena talenta ataupun bakat tapi pemimpin itu adalah proses pembelajaran.

“Harus banyak belajar cari ilmu dan praktekkan terus, seorang perempuan dan laki-laki dalam memimpin secara objektiftivitas dan rasional sama. yang membedakan adalah perempuan punya karakter memperhitungkan orang lain lebih tinggi, mempunyai afektif lebih tinggi,” ujarnya. (*)


div>