SELASA , 18 DESEMBER 2018

Peringati Hari Literasi Internasional, WBP Lapas Maros Ikuti Workshop Penulisan

Reporter:

Iskanto

Editor:

Senin , 10 September 2018 18:20
Peringati Hari Literasi Internasional, WBP Lapas Maros Ikuti Workshop Penulisan

Ilutrasi WBP

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Ada banyak cara memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh pada tanggal 8 September setiap tahunnya. Memperingati momentum tersebut, sebanyak 40-an orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti pelatihan Menulis Karya sastra, tutur Nawir, petugas yang aktif mendampingi pengelola Pustaka Jeruji di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Maros.

Mereka yang ikut telah memenuhi syarat dalam menjalani sepertiga masa pidananya. Kepala Seksi Pembinaan Lapas Maros Simung mengatakan, jika selain WBP yang terpilih ini, juga diberi kesempatan kepada yang memiliki minat, bakat dan kegemaran di bidang penulisan.

“Semua ini berdasarkan hasil seleksi sesuai aturan yang ada” kata dia, di sela-sela acara yang berlangsung santai dan menyenangkan itu.

Sementara itu, KB Andi Baso, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Maros, Indra Setiabudi, pada Sambutan Pembukaannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Yayasan Kerja Bersama untuk Semesta (YAKABUS). Dimana YAKABUSA tak bosan-bosannya bermitra dengan Lapas Klas II A Maros sehingga aktivitas pembinaan maupun kegiatan kerja dapat semakin bergairah.

“Mohon kegiatan-kegiatan serupa agar ditingkatkan pada masa-masa mendatang. Bagaimanapun Bapak Indra selaku Kalapas yang baru, akan mendukung kegiatan-kegiatan berbasis literasi,” ungkapnya, Minggu (09/09).

Mengutip Indra Setiabudi, Kasi Kamtib mengungkapkan bahwa mereka siap mengembangkan aktivitas literasi sebagai strategi dalam pembinaan. Mereka juga berterima kasih kepada Andhika Mapasomba dan Arniati Shaleh selaku narasumber pada Workshop penulisan tersebut.

Kegiatan tersebut digelar juga untuk mengasah kemampuan Literasi warga binaan agar lebih tertarik dan memahami makna literasi yang sesungguhnya. Juga dapat mengaktualisasikan pengetahuan yang didapatkannya dalam menggeluti cinta literasi atau baca buku.

Penanggung Jawab Acara yang juga inisiator Pustaka Jeruji, Salahudddin Alam mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berkat sikap tangan terbuka dan dukungan penuh dari Pihak Lapas.

“Pihak Lapas sangat mendukung kegiatan kami, baik Kalapas yang lama mau pun Kalapas yang baru ini. Meski dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada. Tapi itu menjadi penyemangat kita di pengelola Pustaka Jeruji,” tutur Sekretaris Yakabus ini.

Lebih jauh, Salahuddin Alam menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan menulis karya sastra dalam bentuk esai, puisi, cerpen dan Story Telling ini, merupakan upaya pendidikan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan seni komunikasi dalam bentuk tulisan.

Sekaligus akan mengikutkan mereka dalam Sayembara Penulisan Cerpen, Puisi, Essai dan Story Telling yang sedang digelar saat ini yang merupakan kerjasama Ditjenpas, Perpustakan Nasional,  Kelompok Kompas Gramedia, Pustaka Bergerak, Yakabus dan Pustaka Jeruji Indonesia. kegiatan ini berhadiah total ratusan juta Rupiah.

Pustaka Jeruji Lapas Maros kini telah memiliki lebih dari 3000 buah buku bacaan yang bisa dimanfaatkan oleh warga binaan. Bahkan, menurut Alam, masih ada beberapa dos buku yang saat ini baru tiba dan belum dipajang karena keterbatasan rak buku dan juga ruangan yang belum maksimal.

“Sebenarnya masih banyak stok buku, tapi kondisi ruang penyimpanannya yang masih kurang maksimal jadi brlum kami pajang,” ujar Alam.

Pustaka Jeruji Lapas Maros ini diresmikan oleh Najwa Syihab bersama dengan Direktur TI dan Kerjasama Ditjepas, Aman Riyadi.

Pustaka Bergerak dan simpul pustaka di banyak wilayah di Indonesia. Bahkan, tahun lalu, Pustaka Jeruji Indonesia berhasil menyelenggarakan kegiatan Temu Literasi berskala nasional dengan tema “Dari Literasi untuk Aksi menuju Remisi : Dari Maros untuk Indonesia” dihadiri oleh Direktur Pembinaan Napi Latihan Kerja Produktif Ditenas, Harun Sulianto serta beberapa penulis, di antaranya, Arswendo Atmowiloto, Alwy Rachman, Andhika Mappasomba, Irhyl R Makkatutu, Anis Kurniawan dan Nirwan Ahmad Arsuka.

Kegiatan tersebut telah melahirkan Rekomendasi penerapan “Remisi Literasi” sebagai alternatif solusi pembinaan dan mencairkan kebekuan PP 99/2012.

“Kita berharap bahwa semangat gerakan literasi di Pustaka Jeruji Lapas Maros dapat terjaga dengan baik, untuk memberikan pembinaan atau kontribusi ilmu pengetahuan positif bagi warga binaan, agar setelah bebas kelak, mereka dapat berdaya secara mandiri dan turut menjadi penyebar virus cinta Literasi,” tutup Salahuddin Alam. (*)


Tag
div>