KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Peringati Hari Tani, HMI Maros Gelar Dialog Pertanian

Reporter:

Muhammad Iqbal

Editor:

Iskanto

Minggu , 30 September 2018 19:04
Peringati Hari Tani, HMI Maros Gelar Dialog Pertanian

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros, Komisariat Fakultas Pertanian Peternakan dan Kehutanan (Faperta) Universitas Muslim Maros (UMMA) menggelar Dialog Pertanian di Aula Prof Ibrahim Manwan, Balitsereal, Minggu (30/09).

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros, Komisariat Fakultas Pertanian Peternakan dan Kehutanan (Faperta) Universitas Muslim Maros (UMMA) menggelar Dialog Pertanian di Aula Prof Ibrahim Manwan, Balitsereal, Minggu (30/09).

Dialog yang bertemakan ‘Lahan Semakin Sempit, Kita Butuh Solusi!’ Tersebut merupakan kegiatan dalam rangka memeringati Hari Tani Nasional 2018. Di mana dalam dialog tersebut menghadirkan pembicara dari Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Hamril (Kepala Bidang Sarana dan Prasarana) dan DPRD Kabupaten Maros, Andi Rijal (Anggota DPRD Komisi 3).

Ketua Umum HMI Kom. Faperta UMMA, Abdul Alim mengatakan, jika kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk gerakan dalam memeringati hari Tani Nasional.

“Kami selaku komisariat Faperta atau Pertanian ini kan fokusnya memang ke arah kondisi pertanian kita. Apalagi 24 September kemarin itu peringatan Hari Tani Nasional, banyak teman-teman lembaga lain itu turun ke jalan meneriakkan aspirasi. Tetapi kami menganggap, kita bisa berdiskusi untuk mencari solusi. Maka kita adakanlah dialog ini untuk berbincang dengan semua pihak terkait, bagaimana solusi untuk lahan pertanian kita ke depannya,” ujar Alim.

Senada, dalam sambutannya, Ketua Umum HMI Cabang Butta Salewangang Maros, Misbahuddin Nur menyampaikan, jika HMI merupakan organisasi yang progresif, siap turut mengambil peran dalam tumbuh kembang pertanian kita.

“Sebuah gerakan cerdas, HMI Komisariat Faperta memilih jalan cerdas untuk mengawal aturan terkait perlindungan lahan pertanian. Tentunya tak hanya sampai di sini, kami berharap kebijakan ini dapat dikawal oleh teman-teman sampai kepada terbitnya Perda terkait perlindungan lahan tersebut,” ungkapnya.

Turut hadir dalam dialog tersebut, ratusan peserta yang masing-masing berasal dari perwakilan Gapoktan se-kabupaten Maros, Organisasi Kemahasiswaan lingkup UMMA dan Kabupaten Maros. (*)


div>