MINGGU , 24 JUNI 2018

Peringati WHD, Dinkes Parepare Gelar Pemeriksaan Deteksi Dini THM

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Kamis , 17 Mei 2018 20:26
Peringati WHD, Dinkes Parepare Gelar Pemeriksaan Deteksi Dini THM

int

PAREPARE, RAKSUL.COM@ Memperingati Hari Hipertensi Sedunia, Dinas Kesehatan Kota Parepare menggelar pemeriksaan deteksi dini resiko penyakit tidak menular, di Lapangan Andi Makkasau Kota Parepare, Kamis (17/5/2018). Kegiatan ini sendiri dibuka untuk masyarakat umum.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Parepare, Sriyanti Ambar mengatakan kegiatan yang diperingati setiap tanggal 17 Mei ini lebih mengutamakan pencegahan dibanding pengobatan. Sehingga, ia menghimbau masyarakat untuk terus melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memcegah resiko penyakit.

“sebaiknya masyarakat rutin melakukan pemeriksaan. Karena, banyak orang yang kelihatannya baik-baik saja, tapi pada saat diperiksa ternyata beresiko. Seperti hipertensi ini, dikatakan Silent Killer karena memang tidak ada gejala, tapi setelah komplikasi dengan penyakit lain, baru terdeteksi” Ujar Sriyanti.

Lebih lanjut iya mengatakan, selain tekanan darah, mereja juga melakukan beberapa tahapan pemeriksaan.

“pertama kita melakukan wawancara kepada peserta, apakah memiliki riwayat penyakit dan sebagainya. Kemudian kita melakukan pengukuran TB, BB, dan lingkar perut untuk menentukan indeks massa tubuh. Selanjutnya pengukuran gula darah dan kolesterol. Setelah itu dilakukan konseling dan edukasi” Paparnya.

Adapun upaya hipertensi kata dia, yaitu dengan pengendalian perilaku resiko dengan melakukan langkah CERDIK.

“Cek kesehatan secara berkala/rutin. Enyahkan rokok, Rutin beraktivitas fisik, Diet yang seimbang, dan Istirahat yang cukup, dan Kurangi stress” jelasnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan pemeriksaan screaning merokok untuk memeriksa kadar monoksida didalam tubuh dengan menggunakan alat.

Sementara dari Press Release yang diterbitkan oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktorat Jenderal Pencegahan dan pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan Republik indonesia (RI) menyebutkan bahwa hipertensi berdasarkan Suervey Sample Registrazion System (SSRS) tahun 2014 Hipertensi dan komplikasinya sebagai penyebab kematian nomor lima terbesar Di Indonesia.
Dari Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menderita hipertensi. artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi, hanya 36,8 % diantaranya yang minum obat. jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 15 Miliar orang yang terkena hipertensi. Diperkirakan setiap tahun 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi Hipertensi di Indonesia tahun 2013 sebesar 25,8 %. prevalensi tertinggi Provinsi Bangka Belitung 30,9 % dan yang terendah Papua (16.8%). Dari hasil tersebut diketahui bahwa hanya sepertiga penderita hipertensi 36,8 % yang terdiagnosis tenaga kesehatan dan hanya 0,7 % yang minum obat.

Sementara itu, Survey Indidkator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) tahun 2016 menunjukkan peningkatan prevalensi tekanan darah tinggi pada penduduk usia 18 tahun keatas yaitu sebesar 32,4 %.

Menurut data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Bidang Kesehatan, biaya pelayanan hipertensi mengalami peningkatan setiap tahunnya yaitu, pada tahun 2014 sebesar 2,8 Triliun. Tahun 2015 sebesar 3,6 Triliun dan pada tahun 2016 sebesar 4,2 Triliun. (MP1)


div>